Pengertian Infeksi Nosokomial Menurut Literatur

pengertian infeksi nosokomial menurut literatur

Senyumperawat.com – Pengertian infeksi nosokomial diartikan sebagai sebuah infeksi yang terjadi di rumah sakit dengan sebab tertentu. Kata nosokomial berasal dari bahasa Yunani, dari kata nosos yang artinya penyakit, dan komeo yang artinya merawat. Nosokomion berarti tempat untuk merawat/Rumah Sakit. Begitulah pengertian infeksi nosokomial sehingga harus dipahami bahwa hal tersebut harus diantisipasi.

Beberapa hal yang menjadi indikator infeksi tersebut dianggap infeksi nosokomial adalah

Muat Lebih

  1. Pada waktu penderita mulai dirawat di Rumah Sakit tidak didapat tanda- tanda klinik dari infeksi tersebut.
  2. Pada waktu penderita mulai dirawat di Rumah Sakit, tidak sedang dalam masa inkubasi dari infeksi tersebut.
  3. Tanda-tanda klinik infeksi tersebut timbul sekurang-kurangnya setelah 3×24 jam sejak mulai perawatan.
  4. Infeksi tersebut bukan merupakan sisa dari infeksi sebelumnya.

Disebutkan oleh oleh Siregar (2004), bila saat mulai dirawat diRumah Sakit sudah ada tanda-tanda infeksi, dan terbukti infeksi tersebut didapat penderita ketika dirawat di Rumah Sakit yang sama pada waktu yang lalu, serta belum pernah dilaporkan sebagai infeksi nosokomial.

Ada pula pengertian Infeksi Nosokomial yang disebutkan oleh pakar lain. Dinyatakan oleh Chairuddin (2001), iInfeksi nosokomial juga infeksi Rumah Sakit (hospital infection atau associated infection) adalah infeksi yang terjadi pada seseorang penderita yang sedang dirawat atau berobat jalan dirumah sakit dan waktu tidak sedang dalam masa tunas suatu penyakit menular.

Etiologi infeksi nosokomial

Menurut (Darmadi, 2008) proses terjadinya infeksi nosokomial dapat dipengaruhi 2 faktor

Faktor yang datang dari luar (extrinsic factors)
  • Petugas pelayanan medis. Dokter, perawat, bidan, tenaga laboratorium.
  • Peralatan dan material medis. Jarum, kateter, instrumen, respirator, kain/doek, kassa .
  • Lingkungan. Berupa lingkungan internal seperti ruangan/bangsal perawatan, kamar bersalin, dan kamar bedah, sedangkan lingkungan eksternal adalah halaman rumah sakit dan tempat pembuangan sampah/pengolahan limbah.
  • Makanan/minuman. Hidangan yang disajikan setiap saat kepada penderita.
  • Penderita lain. Keberadaan penderita lain dalam satu kamar/ruangan perawatan dapat merupakan sumber penularan.
  • Pengunjung. Keberadaan tamu/keluarga dapat merupakan sumber penularan.
Faktor dari dalam (intrinsic factors)
  • Faktor-faktor yang ada dari penderita (instrinsic factors) seperti umur, jenis kelamin, kondisi umum penderita, resiko terapi, atau adanya penyakit lain yang menyertai penyakit dasar (multipatologi) beserta komplikasinya.
  • Faktor keperawatan seperti lamanya hari perawatan (length of stay), menurunkan standar pelayanan perawatan, serta padatnya penderita dalam satu ruangan.
  • Faktor patogen seperti tingkat kemampuan invasi serta tingkat kemampuan merusak jaringan, lamanya pemaparan (lenght of exposure) antara sumber penularan (reservoir) dengan penderita.

Dari kedua faktor tersebut diatas dapat diuraikan tiga unsur yang saling mendukung terjadinya penyakit yaitu agen penyebab penyakit, penjamu, serta lingkungan khusus untuk penyakit infeksi yang terjadi di Rumah Sakit.

Ketiga unsur tersebut adalah sebagai berikut :

  • Agen penyebab penyakit (mikroba patogen), dapat berasal/bersumber dari penderita lain, petugas, limbah medis (ekskreta/sekreta), limbah rumah tangga.
  • Penjamu adalah penderita – penderita yang sedang dirawat, yang rentan atau dalam posisi lemah fisiknya.
  • Lingkungan yang kurang terjaga sanitasinya, mobilitas yang tinggi dari petugas, keluarga/pengunjung, yang semua mempermudah terjadinya transmisi.

Referensi:

  • Darmadi. (2008). Infeksi Nosokomial Problematika dan Pengendalianya. Jakarta: Salemba┬áMedika
  • Choiriyah, (2010). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tindakan Perawat dalam Upaya Pencegahan Infeksi
  • Nosokomial di Ruang Rawat Inap RSI Surakarta. (Skripsi Tidak dipublikasikan).
  • Emaliyawati, E. (2009). Tindakan Universal Sebagai Upaya Untuk Mengurangi Resiko Penyebaran Infeksi

Pos terkait