Tips Berbuka Puasa Bagi Penderita Diabetes Agar Aman

Senyumperawat.com – Tips berbuka puasa bagi untuk menjaga kesehatan penderita diabetes akan sangat berguna. Sebab, penderita diabetes sangat sensitif dengan gula. Sedangkan ketika berbuka puasa, paradigma di masyarakat adalah slogan “Berbukalah dengan yang manis”. Memang slogan itu benar tapi tidak selalu dimaknai benar.

Sebenarnya berbuka dengan yang manis di situ perlu ditelaah lebih lanjut. Kalau asal manis ya bukan manfaat yang didapat tapi justru memperburuk kualitas puasanya. Manis yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi saat buka adalah manisnya buah. Berbeda dengan manisnya gula yang mana proses cernanya lebih lambat daripada gula alami dari buah yang manis misalnya kurma.

Kondisi ini akan begitu sulit bagi penderita diabetes ketika mendapati waktu berbuka di tempat umum. Mayoritas tempat umum menyediakan menu berbuka yang serba manis. Entah itu teh manis, es teler, agar-agar, gorengan dan sejenisnya. Perlu dicermati bagi penderita diabetes untuk persoalan satu ini mengindahkan tips berbuka puasa yang aman.

Menngatur asupan makanan dan minuman adalah tips berbuka puasa bagi penderita diabetes yang paling utama. Sebagaimana diungkapkan oleh Dr dr Em Yunir, SpPD-KEMD, dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni). Beliau berkata bahwa untuk mencegah gula darah yang melonjak naik, pasien diabetes perlu mengatur asupan makanan dan minuman saat berbuka puasa.

“Idealnya buka puasa itu dengan satu gelas teh manis hangat, ditambah 3 buah kurma. Itu sudah cukup mengembalikan gula darah yang drop setelah puasa,” ungkap dr Yunir, dikutip dari detik.

Dijelaskan dr Yunir, kandungan gula sederhana pada teh manis dapat meningkatkan gula darah dalam waktu 5 menit saja. Karena itu asupan gula sederhana saat berbuka sebaiknya tidak terlalu banyak.

Tak hanya gula pasir, gula sederhana juga didapat dari gula batu maupun gula jawa. Karena itu boleh saja jika pasien diabetes ingin minum es buah, namun pastikan gula yang digunakan bukan gula pasir.

“Setelah buka, lalu minum obat bagi pasien diabetes. Lalu sholat maghrib, kurang lebih 15 menit kemudian baru boleh makan dengan karbohidrat kompleks,” terangnya lagi.

Menu makanan dengan karbohidrat kompleks tidak perlu ribet, cukup samakan dengan menu makanan sehari-hari. Yang harus diingat adalah jaga batasan kalori tidak lebih dari 700 kalori saat berbuka.

“Nasi 100 gram, lalu lauk protein hewani, bisa daging, ayam atau telur. Ditambah dengan protein nabati dari tahu atau tempe, dan juga sayur dan buah-buahan untuk serat dan mineral,” tutupnya.

Show More

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker