Kenaikan Gaji Perawat dan Bidan di Kutim Akan Diperhitungkan

0
Kenaikan Gaji Perawat dan Bidan di Kutim Akan Diperhitungkan

Senyumperawat.com – Kenaikan gaji perawat dan bidan memang selalu diharapkan. Namun realisasinya hingga kini belum bisa merawat. Di tengah kondisi perekonomian Kabupaten Kutai Timur yang diterjang pemangkasan bertubi-tubi, kalangan perawat, bidan maupun tim medis juga terkena imbasnya.

Terutama mereka yang bertugas di kawasan pedalaman dan pesisir, jauh dari ibukota kabupaten.

Terlambatnya pembayaran gaji, tunjangan dan insentif membuat mereka bersuara, baik melalui mulut ke mulut maupun medsos.

Kritikan pedas pun mengalir deras sampai ke telinga Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Salah satunya agar ada kenaikan gaji perawat dan bidan di desa.

Hingga akhirnya, begitu ada pemasukan pada kas daerah, kedua pemimpin Kutim tersebut sepakat untuk memprioritaskan perawat, bidan dan guru untuk dibayarkan gaji, tunjangan dan insentifnya secara penuh.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang saat membuka kegiatan Seminar dan Workshop Keperawatan yang digelar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kutai Timur di ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Jumat (9/2/2018).

“Tenaga medis di kecamatan, seperti bidan dan perawat di pedalaman merupakan komitmen pemerintah di bidang kesehatan. Tanpa kinerja yang baik dari mereka, pasien bisa tak terurus. Jadi kita pasti perhatikan kesejahteraannya. Sekarang, saya lihat sudah ceria semua wajahnya. Rapelan sudah diterima semua,” ungkap Kasmidi.

Soal kenaikan upah, menurut Kasmidi, pemerintah akan menghitung ulang keuangan.

Kalau memang keuangan pemerintah mencukupi, usulan kenaikan upah yang diajukan PPNI Kutim, tentu dikabulkan.

“Kalau memang pemerintah mampu, kenapa tidak. Pasti akan kita realisasikan. Tapi, sekarang kita harus menghitung dulu,” ujar Kasmidi.

Sebelumnya, Ketua PPNI Kutim, Thowil mengungkapkan kalau Pemkab Kutim bisa keluar dari kesulitan keuangan, pihaknya berharap gaji para perawat di Kutim dinaikkan.

“Agar perawat Kutim, bisa berdiri sama tegak dengan perawat-perawat dari daerah lainnya juga,” ujar Thowil.

Mengusung tema urgensi registrasi perawat dalam hukum praktik keperawatan profesional, PPNI Kutim menghadirkan narasumber Sekretaris PPNI Kaltim, Ismansyah dan anggota DPRD Kutim yang aktif di bidang kesehatan, Uce Prasetyo.

Hingga besok, para perawat dari 16 puskesmas kecamatan se-Kutim, rumah sakit maupun klinik swasta akan mendapatkan materi tentang registrasi dan reregistrasi STR perawat, uji kompetensi jabatan fungsional perawat serta peranan PPNI dalam menjaga standar kesejahteraan perawat.(Destur/Tribun)

Tinggalkan Komentar