Mengenal Pengertian Hipertensi, Penyebab, Bahaya, Tips dan Obatnya

0
Mengenal Pengertian Hipertensi, Penyebab, Bahaya, Tips dan Obatnya

Senyumperawat.com – Bicara soal pengertian hipertensi memang banyak referensi yang akrab kita pahami. Secara literatur pun pengertian hipertensi begitu mudah kita dapatkan baik online maupun dari media cetak. Banyak orang yang akhirnya khawatir ketika mendapati dirinya mengalami hipertensi. Sebenarnya seberapa bahayakah penyakit hipertensi ini bagi kita. Mari kita bahas juga di bawah.

Memahami apa itu hipertensi

Tekanan darah tinggi, adalah yang biasa kita kenal sebagai pengertian hipertensi. Jika bicara soal tekanan, berarti ada daya yang menekan sehingga tekanan itu bisa naik dan turun. Begitu pun dalam aliran darah. Ketika jantung memberikan tekanan lebih, maka tekanan aliran darah juga makin kuat. Kekuatan tekanan aliran darah dari jantung ini bisa berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh aktivitas apa yang sedang dilakukan jantung (misalnya sedang berolahraga atau dalam keadaan normal/istirahat) dan daya tahan pembuluh darahnya.

Pengertian hipertensi bisa diartikan dengan kondisi tekanan darah yang mana lebih tinggi dari 140/90 milimeter Hidrargirum (mmHG). Angka 140 mmHG adalah batas atas yang disebut juga sistolik yakni tekanan yang dihasilkan jantung saat memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, angka 90 mmHG adalah batas bawah yang disebut juga diastolik yakni ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-bilik jantung dengan darah.

Pengertian tekanan sistolik adalah tekanan maksimal saat jantung berkontraksi, sedangkan pengertian tekanan diastolik adalah tekanan terendah di antara kontraksi (jantung beristirahat).

Berapa tekanan darah normal?

Kita mungkin sudah banyak yang tahu dari beragam sumber, entah itu shahih atau tidak tapi cukup terekam erat. Jika ada yang tanya misalkan, berapa tekanan darah normal, mayoritas akan menjawab 120/80. Itu adalah angka yang sangat umum. Faktanya, memang nilai normal tekanan darah ternyata berkisar di angka itu, 120/80 mmHg. Meskipun demikian, terkadang standar normal itu bisa berubah seiring dengan kondisi orangnya.

Istilah hipertensi, ternyata ada yang lainnya pula. Ada istilah prehipertensi. Seseorang disebut prehipertensi ketika angka sistolik berada pada rentang 120-139 sedangkan diastolik berkisar di 80-89. Ada pula istilah krisis hipertensi.

Apakah hipertensi krisis berbahaya?

Secara praktis krisis hipertensi dapat diklasifikasikan berdasarkan perioritas pengobatan, di antaranya:

1. Hipertensi emergensi (darurat) ditandai dengan tekanan darah Diastolik > 120 mmHg, disertai kerusakan berat dari organ sasaran yang disebabkan oleh satu atau lebih penyakit/kondisi akut. Keterlambatan pengobatan akan menyebabkan kematian.
2. Hipertensi urgensi (mendesak), kondisi dimana tekanan darah diastolik > 120 mmHg dan dengan tanpa kerusakan/komplikasi minimum dari organ sasaran.

Rusaknya sel otak

Sel otak memerlukan pasokan oksigen yang amat banyak. Efek berbahaya hipertensi yang paling tampak adalah terhadap sel otak ini. Pasokan oksigen yang rendah akibat hipertensi dapat menyebabkan penggumpalan darah, serta pemblokiran aliran darah ke otak. Kondisi ini dapat meningkatkan terjadinya mini stroke. Untuk kasus yang paling gawat, hipertensi dapat menyebabkan stroke. Kerusakan otak lainnya berdampak pada demensia vaskular, gangguan kognitif, dan penyakit otak lainnya.

Maka dapat dikatakan bahwa hipertensi adalah sebab utama penyakit stroke. Beberapa kasus stroke yang terjadi merupakan kasus yang dipicu oleh hipertensi pada penderitanya. Masalah mendasarnya, sebagian besar penderita hipertensi belum begitu memahami betapa stroke memiliki korelasi erat dengan hipertensi. Tidak sedikit karena hal ini, mereka menyepelekan adanya gangguan pada tekanan darahnya.

Masalah pembuluh darah

Aterosklerosis atau rusaknya pembuluh darah bisa saja terjadi. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan arteri amat meregang dan menyebabkan kerusakan jaringan. Salah satu penyebab hipertensi, ialah aterosklerosis, di mana plak dan kolesterol memblokir arteri yang menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Aterosklerosis merupakan salah satu jenis Arteriosklerosis. Arteriosklerosis merupakan terjadinya pengerasan pembuluh darah arteri. Kondisi arteri yang mengeras ini terjadi oleh karena penebalan dinding pembuluh darah arteri. Secara lebih mengerucut, Arteriosklerosis yang paling sering dijumpai adalah Aterosklerosis. Aterosklerosis adalah pengerasan atau penebalan arteri yang terjadi pada bagian arteri terbesar pada tubuh.

Aorta merupakan arteri paling besar. Selain itu, Aterosklerosis juga melibatkan cabang pembuluh darah lain yang besar. Arteri dengan ukuran besar terdapat pada ekstremitas, otak, jantung dan visera interna mayor.

Gangguan pada mata

Peredaran darah ke mata yang terhambat dapat mengakibatkan gangguan pandangan, misalnya rabun, pendarahan bahkan kebutaan. Masalah awal adalah glukoma. Gejala yang tampak adalah tekanan pada bola mata meningkat. Tidak hanya itu, bisa juga terasa sangat nyeri pada bagian pelipis dan sekitar mata. Kondisi akan semakin parah jika tidak dibawa istirahat. Pada saat itu, tekanan darah di bagian pelipis dan dahi meningkat.

Gangguan pada organ ginjal

Jika pembuluh darah arteri ginjal rusak, maka peredaran darah ke ginjal juga ikut terganggu dan ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga limbah tersebut menumpuk. Selain itu, sel-sel ginjal juga bisa rusak karena gangguan asupan nutrisi dan darah ke ginjal.

Gangguan pada organ vital

Pada laki-laki, hipertensi dapat mengakibatkan terjadinya disfungsi ereksi dan pada wanita. Dapat pula menyebabkan kehilangan gairah seksual, vagina terasa kering dan tidak dapat melakukan orgasme.

Gangguan pada paru-paru

Efek berbahaya hipertensi bagi paru-paru cukup terasa. Ketika jantung memompa darah dengan cepat, maka kebutuhan oksigen juga meningkat. Hal ini akan berakibat kerja paru-paru akan dipaksa lebih cepat. Maka kita akan sering mendapati seorang yang mengalami hipertensi, nafasnya akan berubah cepat. Kondisi ini akan berkorelasi dengan kebutuhan otak akan darah. Maka tidak jarang bisa sampai mengakibatkan pingsan (sinkop).

Apa saja penyebab hipertensi?

Penyebab hipertensi sebagian besar tidak diketahui penyebab dengan jelas, kira – kira 10 % dari kasus hipertensi disebabkan oleh:

  1. Penyakit pembuluh darah
  2. Kelainan hormon
  3. Penyakit ginjal / fungsi ginjal mengalami penurunan. Ginjal menghasilkan hormon pengatur tekanan darah yaitu ADH / Anti Diuretik Hormon. Hormon ini akan muncul jika tekanan darah rendah. Karena saat itu ADH akan menghalangi keluarnya garam dan terjadinya penyempitan pembuluh darah sehingga dapat meningkatkan volume darah kemudian terjadilah darah tinggi.
  4. Efek samping obat. Obat – obat yang dikonsumsi seperti pil KB, kokain, penyalahgunaan alkohol.

 

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.