Potret Seorang Perawat Bercadar di Gaza

Potret Seorang Perawat Bercadar di Gaza

Senyumperawat.com – Menjadi seorang perawat bercadar memang tidak mudah. Terlebih tempat kerjanya adalah di wilayah konflik. Gaza, merupakan salah satu negeri yang Allah berkahi dengan konflik yang berkepanjangan. Sudah sejak lama Gaza menjadi pusat konflik. Tentunya karena ulah zionis yahudi.

Hingga sekarang, kondisi kembali memanas. Donald Trump selaku presiden amerika serikat kembali membuat ulah. Memang aroma peperangan sudah ia deklarasikan sejak awal kepemimpinan. Belakangan celotehannya menuai protes dari berbagai penjuru dunia.

Tugas mulai menjadi perawat, memiliki tanggung jawab besar. Begitu pun resiko yang dihadapi. Beban kerja di wilayah konflik makin meningkat. Pasien akan datang silih berganti dan dengan luka yang sangat parah.

Sebagai seorang perawat bercadar, keistiqomahan menjaga aurat akan diuji. Di sinilah istilah darurat itu berlaku. Sebagai seorang petugas medis, antara etika medis dan etika dalam beragama harus dipadukan dengan baik. Perawat bercadar memang tidak banyak. Tidak lain karena memang medan kerja yang kadang tidak memungkinkan.

Potret Seorang Perawat Bercadar di Gaza

A nurse looks out the window of a hospital in Rafah waiting for more ambulances to bring in corpses after the ground invasion in Gaza.

Foto di atas dipublikasikan oleh Monique Jaques dalam blognya. Ia adalah jurnalis foto yang berbasis di Istanbul, Turki. Dia telah menghabiskan enam tahun terakhir untuk mendokumentasikan isu-isu di Timur Tengah, Afghanistan dan Afrika Barat. Dia memegang BFA dari New York University. (Destur/moniquejaques)

Share

COMMENTS