Kenapa Ada Istilah Perawat Honorer Jika Tak Pernah Digaji Layak?

Senyumperawat.com – Nasib tenaga perawat honorer di republik ini makin memperihatinkan. Alih-alih mendapat gaji sesuai dengan standar Upah Minimum Provinsi (UMP), para perawat ini justru mendapat gaji sangat kecil. Bahkan ada yang digaji cuma Rp 90 ribu sampai Rp 300 ribu dalam sebulan kerja.

Seorang tenaga perawat honorer di salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di Kota Kendari yang tak mau disebutkan namanya menuturkan, bahwa dirinya mendapat gaji Rp 300 ribu dalam sebulan, itupun, kata dia, kalau tak pernah absen masuk kerja.

“Kalau kita absen, gaji kita yang Rp 300 ribu itu di potong,” katanya.

Lain lagi dengan seorang perawat yang berkerja di salah satu Puskesmas yang ada di Kota Kendari, ia hanya digaji Rp 90 ribu dalam sebulan kerja. Itupun tergantung jumlah pasien.

“Gaji saya Rp 90 ribu perbulan,” beber seorang perawat yang namanya tak mau disebut.

Bukan hanya gaji yang kecil, perawat ini juga tak punya jaminan kesehatan maupun jaminan ketenagakerjaan.

“Tidak ada jaminan kesehatan maupun jaminan ketenagakerjaan. Jadi kalau kita sakit atau terinveksi penyakit pasien kita tanggung sendiri,” bebernya.

Ia menyebut, rata-rata puskesmas membayar gaji perawat honorer dengan gaji yang dangat minim.

Nasib perawat semakin memprihatinkan padahal berdasarkan UU Keperawatan nomor 38 tahun 2014 pasal 25 dan 36 perawat berhak memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai standar pelayanan, standar profesi dan standar prosedur. (Destur/LS)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker