UMK Bekasi 3,6 Juta, Lebih Tinggi dari Jakarta, Tapi Apakah Lantas Gaji Perawat Akan Sesuai UMK?

Senyumperawat.com – Upah Minimum Kota Bekasi disebut akan lebih dibanding Upah Minimum di Provinsi DKI Jakarta. Demikian hal itu disampaikan oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

“Pokoknya di atas DKI (Daerah Khusus Ibukota Jakarta), enggak boleh kalah dengan DKI. Sudah clear (sebelum Desember),” kata pria yang akrab disapa Pepen itu.

Menurut Pepen, Upah Minimum Kota Bekasi diperkirakan tidak akan membuat pengusaha di Kota Bekasi bergejolak. Selain itu, buruh di Kota Bekasi ditempatkan pada kesejahteraan.

“Investasi kan ukurannya tidak dari itu saja. Investasi dijamin kepastian hukumnya dan perlindungan hukumnya. Aman, pasti cepat, bukan dari indikator itu saja. Buruh murah kalau enggak aman maka beban ekonominya menjadi tinggi,” ucap Pepen.

Terpisah, Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi Sudirman mengatakan, pihaknya mengacu kepada PP 78 tahun 2015 terkait dengan penentuan UMK buruh di wilayahnya.

“Kalau kita memakai PP 78, adapun kalau misalkan nanti usulan dari buruh sekian, pihak pengusaha menawar sekian, ya itu mah boleh – boleh aja untuk dibicarakan,” katanya, Rabu (8/11/2017).

Di Kota Bekasi, kenaikan jumlah UMK diperkiraan lebih dari Rp300 ribu. Hal itu, kata dia, disebabkan karena nilai UMK yang ada saat ini sudah cukup besar mencapai Rp3.601.650.

Untuk kenaikan UMK berdasarkan PP 78 merupakan jumlah dari Rp3.601.650 X 8,71 persen.

“Jadi waktu dikalikan dengan hasil Inflasi dan PDB (Product Domestic Bruto) itu ya Kota Bekasi kenaikannya sekitar Rp300 ribu lah,” tambahnya.

Dirinya pun menambahkan, sidang pengupahan akan dilakukan bersama dengan buruh dan pengusaha dan akan dilakukan pada hari ini, Kamis (9/11/2017) dilansir laman pojoksatu.

Kenaikan gaji, apakah lantas membuat gaji perawat akan sesuai UMK?

Bukan pembahasan heboh lagi kalau bicara gaji perawat. Sekian lama bahkan hingga tahun 2017 ini, masih ada kabar berita bahwa perawat digaji tak sesuai UMK. Memang benar, regulasi demi regulasi telah diperbaiki. Tapi masih belum terjadi pemerataan status profesi. Meskipun ditempuh dengan jenjang pendidikan tinggi, perawat masih menjadi profesi yang dikesampingkan di negeri ini.


Destur Purnama Jati, S.Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker