BNP2TKI Usulkan Kurangi Syarat Pengalaman Kerja Menjadi 1 Tahun Untuk Pendaftaran Perawat ke Jepang

Senyumperawat.com – Pendaftaran perawat ke Jepang masih terus dibuka. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengusulkan kepada pemerintah Jepang untuk memperpendek persyaratan pengalaman bekerja bagi tenaga kerja Indonesia yang bekerja sebagai perawat untuk usia lanjut dari dua tahun menjadi satu tahun.

Pasalnya, pemangkasan persyaratan tersebut dinilai sebagai salah satu upaya untuk memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Jepang. Hal ini tentu akan disambut gembira.

Usulan BNP2TKI disampaikan kepada pemerintah Jepang. Mempermudah pendaftaran perawat ke Jepang tentu akan mempererat kerja sama.

“Penempatan kerja di kedua profesi ini ke Jepang terus menunjukkan peningkatan. Untuk memompa peningkatan itu, kami usulkan agar Jepang bisa mengurangi persyaratan pengalaman kerja menjadi satu tahun saja,” kata Agusdin Subiantoro, Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI di Jakarta, Senin (12/6).

Selama ini, syarat pendaftaran perawat ke Jepang salah satunya adalah pengalamn kerja minimal 2 tahun.

Per 2017, pengiriman perawat dan pengasuh lansia ke Jepang meningkat 16,1% (year-on-year/yoy) menjadi 324 dengan rincian 29 perawat dan 295 pengasuh lansia. Sepanjang 2008-2016, setidaknya Pemerintah Indonesia telah memberangkatkan perawat dan pengasuh lansia sebanyak 1.792.

Seperti diketahui, pengiriman tenaga kesehatan yakni perawat dan perawat lansia ke Jepang didasari atas Japan-Indonesia Economic Partnership Agreement (EPA).

Untuk para calon perawat yang diberangkatkan tahun ini, sebelumnya telah mengikuti pelatihan Bahasa Jepang selama enam bulan di Indonesia. Sesampainya di Jepang, mereka akan mendaparkan pelatihan Bahasa Jepang lagi selama enam bulan, dan mulai Desember 2017 mereka akan bekerja magang di masing-masing institusi penerima.

Selama berada di Jepang, para calon tenaga kesehatan ini ditargetkan lulus ujian nasional perawat. Sertifikat kelulusan tersebut akan berguna jika mereka berkeinginan untuk bekerja lebih lama sebagai perawat di Jepang.

Selain Indonesia, Pemerintah Jepang juga menjalin kerja sama bilateral dengan Filipina, dan Vietnam untuk mendatangkan tenaga perawat dan perawat lansia. Kedua profesi ini cukup dibutuhkan di Jepang di tengah kenaikan signifikan populasi menua.

Berdasarkan perkiraan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, negara ini membutuhkan sekitar 253 perawat dan perawat lansia pada 2025. Jika dirinci, kebutuhan kedua profesi ini di Jepang tercatat meningkat hingga tiga kali lipat menjadi 1,71 juta pada 2013 dari 550.000 pada 2000.

Peningkatan kebutuhan kedua profesi ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang bahwa 1 dari 5 orang akan berusia di atas 65 tahun pada 2025, dan 1 dari 5 orang lanjut usia di atas 65 tahun akan mengalami dementia pada periode yang sama.

Sementara itu, BNP2TKI mencatat profesi pengasuh lanjut usia merupakan pekerjaan dengan jumlah terbanyak kedua setelah pembantu rumah tangga dengan total 16.761 orang selama Januari-April 2017.

“Di rantai industri global, Indonesia dan Filipina saling mengejar. Permintaan Jepang atas kedua profesi ini dari Indonesia cukup banyak karena TKI Indonesia dikenal ramah, dan teliti ketika bekerja sebagai perawat dan pengasuh lansia,” tuturnya.

Selain Jepang, permintaan terbanyak untuk perawat dan pengasuh lansia dipegang oleh Taiwan. Berbeda dengan pengiriman perawat dan pengasuh lansia ke Jepang yang bersifat government to government (G2G), pengiriman TKI dengan profesial yang sama ke Taiwan lebih bersifat individual.

Pada saat yang sama, Duta Besar Jepang untuk RI Masafumi ISHII menyatakan apresiasinya terhadap terselenggaranya kerja sama bilateral yang sudah terjalin selama 10 tahun.

“Kami akan selalu memperbaiki sistem sistem penempatan dan pelatihan yang ada sehingga warga Indonesia yang berminat untuk bekerja di Jepang bisa terakomodasi dengan baik,” ucapnya. (Destur/Bisnis)


Destur Purnama Jati, S.Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker