Jadi Perawat Panda Setahun Digaji 413 Juta, Jadi Perawat Manusia Kadang Tak Digaji

Senyumperawat.com – Pasti banyak yang setuju kan kalau panda dibilang sebagai salah satu hewan terlucu di dunia. Hewan berwarna hitam putih dari Tiongkok ini pun membuat pencinta binatang bermimpi bisa merawatnya atau paling tidak melihat secara langsung kelucuannya.

Nah buat kamu yang selama ini punya impian bertemu panda, kamu bisa mewujudkan keinginanmu lho. Soalnya dilansir dari China Daily News, sejak Februari lalu China Giant Panda Protection and Research Center di Ya’an, Provinsi Sichuan; mencari penjaga panda yang bersedia merawat hewan-hewan tersebut selama 365 hari alias setahun.

Bukan hanya bakal merawat panda saja lho, tapi para penjaga ini juga bakal digaji sebesar US$ 32.000 atau sekitar Rp 413 juta selama setahun. Keuntungan lainnya jika terpilih, para penjaga ini dapat fasilitas berupa mobil SUV, tempat tinggal, serta makan gratis. “Pekerjaanmu hanya punya satu misi, menghabiskan 365 hari bersama panda dan berbagi dalam suka dan duka,” kata organizer yang mengadakan event ini.

Buat yang berminat pendaftar syaratnya adalah usia minimal 22 tahun dan punya pengetahuan dasar tentang panda. Mereka juga diharuskan bisa menulis serta punya kemampuan fotografi yang baik. Selama ini para sukarelawan perawat panda kebanyakan berasal dari Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.

Eits, kalau kamu mengira merawat panda itu mudah sepertinya perlu sedikit berpikir baik-baik. Menurut Ye Mingxin, manajer pemasaran dari Ford Motor Co China yang juga jadi salah satu partner kerjasama perekrutan ini merasa kalau pekerjaan merawat panda bukanlah hal yang gampang.

“Kau butuh ketekunan untuk pekerjaan ini. Kami harap para pendaftar kebanyakan adalah pekerja kerah-putih dari kota-kota besar. Mereka terbiasa makan apapun yang mereka inginkan, tapi di dalam tempat penampungan panda, pilihannya tak akan banyak,” ujar Ye.

Tapi kalau mantap mau merawat panda, bisa mendaftar di fun.sohu.com. Perekrutan ini akan berakhir pada 15 Juli mendatang.

Stop Diskriminasi Terhadap Perawat dan Berikan Gaji yang Layak!

Diskriminasi terhadap perawat menimbulkan polemik hingga sekarang. Unjuk rasa yang dilakukan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) juga Forkom PHI (Forum Komunikasi Perawat Honorer Indonesia) di depan Gedung DPR RI, Kamis (16/3) bukan tanpa alasan.

Dalam orasi perwakilan dari tiap daerah, para perawat honorer, Tenaga Kerja Sukarela, dan Tenaga Harian Lepas menyampaikan harapan, keinginan, dan tuntutan-tuntutan mereka kepada DPR RI yang merasa dicueki sampai hari ini.

“Kami, ada yang digaji Rp 300.000 ribu, jauh di bawah UMR, bahkan ada yang tidak digaji sama sekali,” ungkap perwakilan perawat honorer dari Banten dalam orasinya.

Adapun beberapa tuntutan pengunjuk rasa yang ditulis pada spanduk besar yang dipasang di gerbang gedung DPR RI adalah sebagai berikut:

  1. Stop diskriminasi terhadap perawat.
  2. Angkat perawat honorer jadi PNS, tanpa syarat.
  3. Berikan upah yang layak bagi perawat.
  4. Hapus sistem kerra TKS (Tenaga Kerja Sukarela/THL (Tenaga Harian Lepas) dari instansi pemerintahan.
  5. Revisi UU ASN (Aparatur Sipil Negara) agar memihak pada perawat.

Para perawat merasa perlu kecewa dan menuntut diangkat menjadi PNS. Hal itu dikarenakan teman-teman mereka para bidan PTT sudah diangkat menjadi PNS dengan jumlah yang cukup besar, yakni 39.000 orang.

Adapun para pengunjuk rasa akan ‘turun ke jalan’ lagi bila permintaan mereka tidak dipenuhi oleh pemerintah. Semua ini agar tindakan diskriminasi terhadap perawat bisa segara diatasi.

“Hari ini merupakan permulaan aksi kita untuk menuntut, agar diangkat menjadi PNS. Hari ini kita menuntut persamaan hak. Kalau hal itu belum tercapai kita akan datang lagi,” ujar salah satu orator, perwakilan Forum Komunikasi Perawat Honorer Indonesia (Forkom PHI) Jambi.


Destur Purnama Jati, S.Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker