Dokter Teladan, Blusukan ke Desa Mendatangi Pasien Bukan Pasien Datang Ke Dokter

0
dr Agus Ujianto, Dokter Teladan Blusukan ke Desa Mendatangi Pasien
dr Agus Ujianto, Dokter Teladan Blusukan ke Desa Mendatangi Pasien

Senyumperawat.com – Istilah dokter teladan mungkin sudah banyak disematkan kepada tokoh. Namun apakah predikat dokter teladan itu selalu identik dengan prestasi akademik, tentu tidak. Salah satu aplikasi dari predikat dokter teladan adalah dengan memberi pelayanan terbaik. Bukan semata mencari laba untuk isi kantong, tapi lebih kepada tugas mulia sebagai pemberi pelayanan.

Kebiasaan yang dilakukan dr Agus Ujianto sebagai dokter bedah di Banjarnegara barangkali masih jarang dilakukan dokter pada umumnya. Dokter yang setiap harinya bekerja di Rumah Sakit Islam di Banjarnegara ini selalu menyempatkan diri untuk keliling keluar-masuk desa untuk mengobati pasien di luar jam kerjanya.

Ditemui di Rumah Sakit Islam Banjarnegara, Selasa (24/10/2017), dokter 42 tahun ini mengaku meski kondisi geografis wilayah Banjarnegara yang berbukit-bukit, tapi tidak menyurutkan niatnya untuk keluar-masuk desa demi melakukan pengobatan kepada warga.

“Terkadang hingga malam hari karena selesai bekerja di rumah sakit sudah sore. Untuk waktu lain kadang saat akhir pekan,” tuturnya.

Ia menuturkan, kebiasaan bersosial sudah dilakukan sejak menjadi mahasiswa dulu. Meski sampai saat ini masih kerap diprotes anak dan istri, tapi ia berusaha membagi waktu agar tetap bisa memberi pelayanan kesehatan kepada pasien bersama tim relawan ke desa-desa.

“Kami ada tim relawan yang beranggotakan perawat dan bidan sering menyempatkan ke desa-desa. Meski terkadang saat ke desa-desa tidak ditemukan adanya pasien. Sehingga saat itu kami hanya memberikan sosialisasi soal penanganan jika ada penyekit tertentu,” terangnya.

Meski demikian, dr Agus menuturkan pernah dicurigai warga saat melakukan keliling keluar masuk desa. Sebab, selain berdasarkan laporan yang masuk ke rumah sakit soal keberadaan pasien di desa-desa namun tidak jarang pula ia keliling tanpa ada laporan terlebih dahulu.

Namun hasilnya, beberapa kali ia bersama relawan menemukan orang yang sifatnya membutuhkan pertolongan segera.

“Misalnya, ada pasien yang mengalami patah tulang karena baru saja jatuh dari pohon. Saat itu juga kami melakukan pertolongan,” sebutnya.

Saat ditanya soal upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan, dr Agus tidak memungkiri ada sejumlah bantuan yang sudah sampai ke desa-desa. Misalnya melalui Puskesmas dan bidan desa.

Namun, banyaknya jenis dan pola penyakit yang beragam warga membutuhkan pemahaman terutama untuk penanganan cepat.

“Karena penyakit itu bisa karena infeksi, hormonal, plasma dan penyebab lainnya. Warga harus tahu jika mengalami itu harus ke mana,” terangnya. (Destur/Detik)

Tinggalkan Komentar