Kapan Waktu yang Tepat Berhubungan Badan Setelah Operasi Sesar?

Senyumperawat.com – Berhubungan badan setelah operasi sesar, ketika membaca judul ini rasanya berpikir ulang. Apakah bisa segera atau masih menunggu waktu yang cukup lama. Hal ini tentu berkaitan erat dengan kondisi istri. Sanggup atau tidaknya berhubungan badan setelah operasi sesar tergantung dari istri. Kalau suami jangan ditanya, kecuali suaminya memiliki masalah lain seputar kejantanan.

Secara mendasar, berhubungan badan setelah istri melahirkan ditentukan oleh masa nifas. Hitungan umumnya masa nifas berakhir sekitar 40 hari setelah melahirkan. Pada kondisi tersebut, rahim istri sudah bersih. Kecuali ada tanda-tanda tertentu yang akhirnya membuat lebih lama.

Namun kasus melahirkan dengan sesar itu berbeda. Bukan hanya ditentukan oleh masa nifas tapi juga luka sesar. Jika luka sesar belum membaik, maka amat bersiko melakukan hubungan badan. Jangankan untuk berhubungan badan, ingin aktivitas lain saja rasanya sangat nyeri. Bila masih belum yakin atau masih terasa tidak nyaman, tidak ada salahnya berkomunikasi dengan istri.

Kapan boleh hamil lagi setelah sesar?

Jarak terbaik kehamilan berikutnya setelah operasi sesar minimal 2 tahun. Hal ini bertujuan untuk normalisasi rahim pasca sesar. Ada pula yang berpendapat 3 tahun atau bahkan 5 tahun untuk lebih berhati-hati. Luka operasi sesar memang tidak mudah untuk benar-benar pulih. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa siap kembali menerima beban berat selama kehamilan.

Lalu, kapan boleh berhubungan badan setelah operasi sesar?

Oleh karenanya, jika ingin berhubungan badan setelah operasi sesar, harus mempertimbangkan hal di atas pula. Pertama, pertimbangkan kondisi istri. Apakah ia sudah siap untuk berhubungan badan setelah operasi sesar itu. Jika istri masih kesulitan untuk menahan sakit, alangkah baiknya berhubungan badan dengan tanpa senggama. Meskipun rasanya ada yang tanggung, tapi apa boleh buat. Berhubungan badan yang sehat adalah dengan istri yang halal. Ibaratkan saja serupa dengan kondisi dimana Rosulullah dan istri. Saat istri beliau haid, maka beliau bisa tetap berhubungan tapi tidak sampai senggama dengan cara dialasi kain.

Kedua, perhatikan kondisi luka bekas sesar. Jika kondisi luka masih belum benar-benar siap maka jangan diberi beban berat. Namun jika merencanakan program KB, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis kepercayaan keluarga.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker