Susu Kental Manis Hanya Manis Saja Tapi Kandungan Gizinya Kurang

Senyumperawat.com – Susu Kental Manis (SKM) masih sering kita dapati iklannya diaktori oleh anak-anak juga. Mungkin sudah banyak yang tahu, SKM memang manis karena gula. Tapi dari sisi kandungan susunya, justru sangat sedikit.

SKM adalah contoh susu yang biasanya dijadikan solusi bagi ibu untuk menambah nutrisi anak dengan cara instan. Belakangan ini isu SKM menjadi marak diperbincangkan. Pasalnya berdasarkan penelitian, di Amerika sejak tahun 1952 SKM tidak dikonsumsi sebagai susu tapi hanya sebagai penambah rasa makanan. Di Indonesia namun SKM ini masih dijadikan sarana penyempurnaan gizi sebagai penyeimbang makanan empat sehat lima sempurna.

Direktorat Bina Gizi Kemenkes, Ir Doddy Izwardy sendiri menegaskan adanya Peraturan Menteri No. 63 Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak terkait susu kental manis ini. Peran iklan di televisi pun menjadi penting untuk mengubah pola pikir warga Indonesia bahwa SKM bukan susu pemenuh gizi.

Pendapat pakar tentang susu kental manis

Drg Annisa Rizki Amalia, Sp.KGA dari Ikatan Dokter Gigi Anak menjelaskan SKM adalah susu sapi yang kandungan nutrisinya sudah menurun karena proses pembuatannya. Dalam susu kental manis tentunya konsistensi gula lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan lainnya.

Tekstur dari SKM kental dan juga lengket. Bahan gula inilah yang membuat susu menjadi kental dan lengket. “Makanan yang lengket pada gigi akan lebih mungkin meningkatkan produksi asam dan memberikan lingkungan bagi pentumbuhan bakteri dan dekalsifikasi enamel,” ujar Annisa.

Annisa menambahkan SKM tidak di produksi untuk anak-anak. Karena kandungan kalsium dan vitamin yang dibutuhkan untuk pertumbuhan gigi susu dan tetap untuk anak di susu kental manis masih kalah jauh di bawah susu sapi murni.

“Kandungan kalsium untuk susu kental manis sendiri hanya sekitar 10,85 persen dan kandungan vitamin D sekitar 0,06 persen. Tentunya ini tidak sebanding dengan kadungan susu sapi murni yakni untuk kalsium sekitar 24,64 persen dan 31,1 persen vitamin D ada dalam susus sapi,” ujarnya.

Karena itu penggunaan susu kental manis untuk memenuhi nutrisi bayi yang masih menyusui sangat tidak direkomendasikan. ASI masih menjadi pilihan pertama untuk menutrisi anak. Karena ASI mengandung banyak laktosa.

Laktosa susu kental manis laktosa hanya memenuhi kebutuhan sekitar 10 persen. Dan kandungan sukrosa atau biang gula dalam susu kental manis mencapai 40 persennya.

“Walau dalam ASI mengandung gula tapi pemberian ASI bisa langsung jatuh pada kerongkongan anak tanpa mengenai gigi, sehingga ini bisa memproteksi dari karies,” ujar Anisa. (Destur/Republika)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker