Nasib Perawat di Masa Depan Tidak Akan Tergantikan Oleh Robot

Senyumperawat.com – Nasib perawat di masa depan memang akan berbeda versi. Ini pun banyak klasifikasi yang bisa dibuat studi. Misalkan, nasib perawat di masa depan dengan klasifikasi berdasarkan teritori. Tentu perawat di luar negeri tak akan senasib dengan perawat dalam negeri. Sekarang saja, gaji profesi perawat di luar negeri ada yang setara dokter. Tidak ada pembeda antara profesi perawat dengan dokter kecuali atas beban kerjanya. Di dalam negeri, bahkan sampai tahun 2017 ini masih ada tenaga kerja sukarela. Pengangguran dengan ijazah perawat juga masih melimpah.

Kalau misalkan diklasifikasikan berdasarkan status. Perawat di Indonesia yang sudah diakui sebagai perawat belum seluruh lulusan kampus keperawatan. Bahkan pada pembukaan lowongan CPNS 2017, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang belum akreditasi A tidak diakui. Padahal, kampus keperawatan sangat melimpah. Namun faktanya tidak diimbangi dengan penyerapan tenaga kesehatan.

Nasib perawat di masa depan menurut pakar

Keperawatan telah ada sebagai profesi selama lebih dari 150 tahun. Tapi nyatanya profesi ini tidak terancam sama sekali untuk diambil alih oleh mesin. Hal ini diungkapkan oleh Profesor Phillip Della. Ia adalah kepala Sekolah Perawat, Kebidanan dan Paramedis di Universitas Curtin.

“Anda dapat mengotomatisasi tugas, Anda dapat memiliki robot dan Anda dapat menggunakan komputer untuk pengujian diagnostik, namun faktor kepedulian, sentuhan manusia, memiliki perawat yang terlibat dalam perjalanan pasien tersebut tidak dapat digantikan oleh robot,” kata Profesor Della.

Baca Juga:

  1. Toyota Kembangkan Robot Perawat Untuk Lansia
  2. Robot Pengemas Obat Tercepat di Dunia Telah Hadir
  3. Misi Terselubung Di Balik Robocop 2014

“Dalam unit perawatan intensif, monitor akan memberi tahu Anda beberapa hal tapi Anda benar-benar harus melihat pasiennya. Apakah pasien ini memberi respon? Apakah pembacaannya akurat terhadap apa yang pasien lakukan? Semua teknologi bisa salah.”

Tahun lalu Universitas Curtin memiliki lebih dari 3.000 pelamar untuk hanya 250 tempat dalam program sarjana keperawatan; Ini menunjukkan betapa menariknya bidang karir yang satu ini, kata Profesor Della.

Bisa dikatakan bahwa, profesi perawat akan tetap dihuni oleh manusia. Tidak bisa serta-merta kecanggihan teknologi menggusur manusia dari prinsip dasar kemanusiaan dalam proses asuhan keperawatan. (Destur)


Destur Purnama Jati, S.Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker