Kabar Gembira, Gaji Perawat Honorer 2018 di Sulawesi Utara Naik Sesuai UMP

0
Gaji Perawat Honorer 2018 di Sulawesi Utara Naik Sesuai UMP

Senyumperawat.com – Gaji perawat honorer 2018 untuk provinsi Sulawesi Utara (Sultra) mendapat perhatian. Aksi mogok kerja dan unjuk rasa ratusan perawat honorer se-Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menuntut upah layak, Senin (2/10/2017) lalu telah mendapat respon Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Sekretaris Daerah Provinsi Sultra Lukman Abunawas mengatakan, pemerintah pusat melalui KemenPAN-RB sudah menyetujui tuntutan para perawat dan telah memerintahkan pemerintah provinsi untuk memberikan upah layak bagi para perawat sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Jadi kemarin asosiasi perawat nasional Sultra telah bertemu dengan Plt Gubernur. Kami juga sebagai pembina ASN maupun kontrak, saat ini sementara meninjau kembali sesuai dengan UMP. Insya Allah tahun anggaran 2018 tepatnya Oktober sudah menyesuaikan UMP,” jelas Lukman Abunawas ditemui usai menghadiri upacara HUT TNI ke-72 di eks MTQ Kendari, Kamis (5/10/2017).

Baca juga: Ketua PPNI: Besaran Gaji Perawat Seharusnya Minimal 3 Kali UMP

Adanya kenaikan gaji perawat honorer 2018 tentu bisa mempengaruhi motivasi kerja pegawai. Namun anehnya, kenaikan gaji perawat ini dilakukan setelah adanya aksi demo.

Sebelumnya, ratusan perawat honorer se-Sultra melakukan aksi mogok kerja serta unjuk rasa di kantor DPRD Sultra, Senin (2/10/2017). Aksi mogok kerja dan unjuk rasa itu dilakukan lantaran tuntutan upah layak bagi profesi perawat belum terpenuhi oleh pemerintah.

Dalam aksinya Sekretaris Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Sultra, Wayan mengungkapkan, jika aksi tersebut merupakan tindaklanjut dari aksi 163 yang dilakukan oleh Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia yang berlangsung di DPR/MPR RI pada 16 Maret 2017 lalu.

Dimana melalui forum komunikasi perawat honorer sultra, mendesak pemerintah untuk menghapus tenaga sukarela. Adanya tenaga sukarela menjadikan profesi perawat jadi terkesan murah. Padahal profesi ini ditempuh dengan jenjang pendidikan profesional.

Mengingat masih rendahnya gaji perawat, kabar ini cukup menggembirakan. Bisa dibilang, perawat di Sultra tidak separah perawat di tempat lain. Sebanyak 81.199 perawat yang tersebar di 15 provinsi diberi penghasilan yang jauh dari Upah Minimun Propinsi (UMP), yakni Rp 300 ribu per bulan.

“Perawat yang bekerja di sektor swasta malah sangat menyedihkan. Ini yang sedang kita perjuangkan. Karena profesi khusus dengan sekolah yang khusus digaji di bawah cleaning service,” kata Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah pada wartawan, Minggu (23/7). (Destur/Zonasultra)

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.