Cara Mengurangi Nyeri Persalinan Tanpa Obat

Senyumperawat.com – cara mengurangi nyeri persalinan tanpa obat, sepintas terkesan mustahil. Sebab yang namanya melahirkan pasti sangat menyakitkan. Sakitnya proses persalinan hanya dirasakan oleh ibu dan bayi. Seberapa sakitnya itu, boleh jadi tak bisa dikalahkan rasa sakitnya digigit semut. Ya iya lah…

Mengurangi nyeri persalinan tanpa obat sebenarnya bisa saja. Cuma perlu diingat, cara ini bukan menghilangkan rasa tapi sekedar mengurangi. Boleh saja dicoba dan mungkin ada yang cocok dengan kondisi para bunda. Kendati demikian, tentu ikhtiar yang terbaik tetap dilakukan. Lancarnya proses persalinan sangat menentukan bagaimana kondisi ibu dan anak.

Cara mengurangi nyeri persalinan yang pertama adalah dengan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS). Metode ini mungkin cukup asing bagi para bunda. Belum banyak sosialisasi mendalam terkait dengan metode ini. Ibu diberikan rangsangan listrik tegangan rendah melalui elektroda datar yang diaplikasikan pada kulit. Unit TENS terdiri dari stimulator dan dua pasang elektroda. Elektroda dipasang di belakang punggung hingga pinggul. Menurut penelitian, TENS terbukti membantu meredakan sakit pada punggung ibu hamil.

Cara mengurangi nyeri persalinan kedua adalah dengan hidroterapi. Terapi ini mengandalkan air. Tujuan hidroterapi berguna untuk mengurangi penggunaan anestesi dan analgesik. Menurut penelitian, ibu hamil yang sedang mengalami kontraksi merasa lebih rileks ketika berendam di bak mandi dengan air hangat.

Memberikan sentuhan, termasuk salah satu cara mengurangi nyeri persalinan tanpa obat. Tujuan sentuhan terapeutik dalam persalinan adalah untuk mengkomunikasikan perhatian dan kepastian pada ibu. Nyeri saat kontraksi rahim dapat diobati dengan metode ini. Caranya dengan menekan menggunakan tangan ke punggung, perut, pinggul, paha, sakrum atau perineum sang ibu. Berdasarkan penelitian yang mengevaluasi metode ini, sentuhan dirasakan secara positif oleh 94 persen ibu yang menjalaninya. Disebutkan, kecemasan ibu berkurang ketika mendapatkan sentuhan saat persalinan.

Akupresur atau terapi tekanan. Metode ini menstimulasi titik tertentu dengan menggunakan tangan, terlebih jemari. Akupresur akan melancarkan sirkulasi darah dan menyeimbangkan Yin Yang serta memicu sekresi neurotransmiter. Ketiga hal tersebut dapat mengatur fungsi tubuh secara normal. Beberapa bidan menggunakan akupresur untuk meredakan nyeri selama persalinan. Tekanan diaplikasikan pada bagian bawah punggung.

Terapi visual, cara ini lebih kepada metode distraksi. Mengalihkan perhatian kepada hal lain. Terapi ini dilakukan untuk mengalihkan perhatian sang ibu dengan melihat pemandangan yang indah atau menonton film favorit. Jika ibu merasa ‘happy’ maka rasa nyeri persalinan pun nggak akan terlalu dirasakan. Saat kontraksi, dalam terapi ini biasanya ibu akan diajak berkeliling melihat sesuatu yang menyenangkan.

Baca juga:

  1. Hal-Hal Penting Seputar Nyeri Saat Haid, Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat
  2. Jika Mendapati Tanda dan Gejala Ini, Mungkin Anda Positif Hamil
  3. 5 Jenis Perawatan Setelah Operasi Caesar
  4. Bahaya Pre Eklampsia dan Pencegahannya

Sekian banyak cara mengurangi nyeri persalinan tanpa obat, tapi ada satu lagi yang tak kalah hebat.Terapi sholat adalah terapi paling hebat. Sudah dicontohkan oleh sahabat ‘Ali rodhiyallaahu ‘anhu. Beliau kala itu terkena panah. Lantas, untuk mencabut panah itu tidak bisa langsung dicabut karena bisa memperparah luka. Kemudian beliau pun memerintahkan untuk mencabutnya setelah ditembuskan lalu dipatahkan ujung anak panah itu. Kemudian, sahabat ‘Ali pun memerintahkan untuk dicabut saat beliau sholat.

Tapi masalahnya, seorang yang sedang menghadapi persalinan tidak bisa melakukan sholat. Oleh karena itu, boleh jadi terapi Al Quran bisa juga dijadikan metode yang baik. Konsepnya serupa dengan teknik distraksi. Pernah beredar pula sebuah video seorang muslim di Suriah melafalkan Al Quran kala dioperasi. Karena minimnya obat anestesi, membaca Al Quran menjadi salah satu alternatif.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker