560 Calon TKI Dilepas ke Luar Negeri, 53 Diantaranya TKI Perawat ke Arab

Warta

Senyumperawat.com – Kemampuan kerja (hard skill) tenaga kerja dari Indonesia sudah baik dan terkenal di tingkat dunia. Namun selalu kalah pada sisi soft skill-nya, yaitu kemampuan bahasa. Karena itu, perlu dipersiapkan dengan matang sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.

“Ada tiga sektor TKI banyak dicari karena keandalannya, yakni sektor perawat dan hospitality yang andal karena keramahannya, lalu welder atau ahli pengelasan karena kecakapan kerjanya,” ujar Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dalam keterangan tertulis dari BNP2TKI, Jumat (6/10/2017).

Nusron mengatakan itu saat melepas lulusan program Upgrading Skill ke luar negeri secara simbolis di ruang auditorium BNP2TKI, Jl MT Haryono, Jakarta, hari ini.

Nusron didampingi Deputi Kerja Sama Luar Negeri dan Promosi Elia Rosalina, Direktur Pemetaan dan Harmonisasi TKLN I Naekma, beserta pejabat eselon II lainnya di lingkungan BNP2TKI.

Sebanyak 560 calon TKI telah menyelesaikan kegiatan Upgrading Skill yang dilaksanakan oleh BNP2TKI. Para calon TKI tersebut telah dinyatakan lulus dan siap diberangkatkan ke luar negeri.

Mereka terdiri dari 259 calon TKI yang ditingkatkan kemampuan teknisnya serta 301 calon TKI yang ditingkatkan kemampuan bahasanya.

Kemudian, untuk sektor prioritasnya terdiri atas sektor kesehatan sebanyak 53 calon TKI, dengan 2 calon TKI dalam proses keberangkatan ke Arab Saudi dan Kuwait serta 3 calon TKI perawat telah bekerja di RS Dr Sulaiman al-Habib Medical Grup, Arab Saudi.

Untuk sektor hospitality, sebanyak 342 calon TKI (136 calon TKI ditingkatkan kemampuan teknis dan 206 calon TKI ditingkatkan kemampuan bahasa) kemudian sektor manufaktur 145 calon TKI (terdiri atas 50 calon TKI ditingkatkan kemampuan teknis dan 95 ditingkatkan kemampuan bahasanya) dan sektor welder (sebanyak 20 calon TKI ditingkatkan kemampuan teknisnya).

Lebih lanjut, untuk sektor hospitality di kapal pesiar (sea based) dengan tujuan Amerika Serikat dan Eropa, sebanyak 56 calon TKI telah berangkat bekerja di kapal pesiar melalui BP3TKI Denpasar. Untuk jabatan chef sebanyak 20 calon TKI sudah diberangkatkan bekerja di restoran Grup Marivale, Sydney, Australia, dan 3 calon TKI di restoran Grup Trippas, Sydney, Australia.

Sebanyak 16 orang telah diberangkatkan untuk bekerja di restoran Cibiuk Malaysia, pada 12 Agustus dan 9 Oktober 2017 yang lalu melalui BP3TKI Bandung.

BNP2TKI pada 2017 menargetkan 1.735 calon TKI ditingkatkan kemampuan teknis (1.034 orang) dan bahasanya (701 orang) melalui program Upgrading Skill. Sebanyak 560 peserta telah selesai mengikuti Upgrading Skill, lebih-kurang 20 persen telah berangkat ke negara penempatan dan bekerja di sektor formal, yaitu rumah sakit, hotel, restoran, dan kapal pesiar, sementara sisanya masih dalam proses dokumen penempatan.

Lalu, calon TKI yang sedang dan akan mengikuti Upgrading Skill sebanyak 1.175 orang dengan komposisi 775 calon TKI akan ditingkatkan kemampuan teknisnya dan sebanyak 400 calon TKI akan ditingkatkan kemampuan bahasanya melalui kegiatan Upgrading Skill BNP2TKI.

Sementara itu, Kabag Humas BNP2TKI Servulus Bobo Riti mengatakan Upgrading Skill adalah program prioritas BNP2TKI untuk memastikan kesiapan teknis dan bahasa dari calon TKI.

“Ini merupakan program prioritas dari Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, yang menaruh perhatian besar agar calon TKI memiliki daya saing untuk sektor formal, terutama di negara-negara tujuan penempatan yang nontradisional, seperti Australia,” ungkap Servulus. (Destur/Detik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.