Tips Aman Pakai Obat Herbal

0
tips aman pakai obat herbal

Senyumperawat.com – Tips aman pakai obat herbal secara umum sama saja dengan obat medis. Semua obat memiliki sifat yang sama yakni memiliki efek samping. Meskipun memang ada beberapa jenis obat medis yang memiliki efek samping berbahaya. Tapi obat herbal pun tidak sedikit yang bisa membahayakan. Lagi-lagi semua itu tergantung dari prinsip benar dalam pemberian obat. Ada istilah 6 benar dalam pemberian obat. Ada benar obat, benar dosis, benar pasien, benar waktu dan benar cara serta benar dokumentasi.

Ada pula yang menambahkan menjadi prinsip 12 benar pemberian obat. Namun secara garis besar, prinsip 6 benar pemberian obat sudah dirasa cukup. Erat kaitannya dengan itu, jika ada yang salah dalam prinsip tersebut maka bisa jadi efek samping yang dirasa lebih beresiko.

Obat herbal kini makin berkembang. Dulu, obat herbal lebih akrab didapati dalam sediaan ramuan atau bubuk. Namun kini, agar lebih praktis maka dibuat dalam bentuk kapsul. Selama hitungan dosisnya tepat, sebenarnya obat herbal pun sangat baik untuk penyakit tertentu.

Obat medis secara mendasar adalah perkembangan ilmu pengobatan. Dalam obat medis, seluruh aspeknya sudah dihitung. Namun kembali lagi, jika tanpa memperhatikan prinsip 6 benar pemberian obat atau 12 benar pemberian obat maka efek samping akan lebih beresiko.

Baik untuk diperhatikan lebih bijak, jangan antipati pada salah satu bentuk pengobatan tersebut. Keduanya ada baik dan buruknya tapi jika dipadukan maka akan menghasilkan sinergi yang lebih baik. Ada beberapa penyakit yang lebih efektif dengan herbal, tapi ada pula penyakit tertentu yang jauh lebih efektif dengan obat medis.

Obat Herbal kembali kepada alam

Obat herbal diramu dari tumbuh-tumbuhan. Bisa dari daun, bunga, batang akar, buah, atau bijinya. Kemudian bahan-bahan ini diproses dan dikemas dalam bentuk kapsul, tablet, minyak, salep, atau minuman dalam bentuk teh. Pada dasarnya obat herbal yang beredar di Indonesia aman untuk dikonsumsi. Namun dengan catatan bahwa produk tersebut sudah terdaftar di BPOM RI.

Dalam perkembangannya, obat herbal diklasifikasikan lagi. Untuk mempermudah dalam membedakannya, maka disebutlah dua pembagian global obat herbal tersebut. Ada obat herbal tradisional dan obat herbal nontradisional.

Pembagian herbal tradisional

Obat herbal jenis ini biasa disebut sebagai jamu. Ramuannya adalah ramuan klasik. Bahan-bahan yang digunakan sudah digunakan sejak turun-temurun dan merupakan resep warisan. Obat herbal nontradisional, ramuannya lebih variatif dengan berbagai riset ilmiah masa kini.

Proses uji klinik pada suatu produk meliputi pengecekan terhadap kebenaran identitas tumbuhan yang dipakai, bagian tumbuhan yang dipakai, cara penyiapan bahan baku, identifikasi senyawa aktif, dan sejumlah proses lainnya.

Obat herbal yang beredar di Indonesia tidak boleh mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) karena dapat membahayakan kesehatan dan berakibat fatal. Contoh BKO yang dimaksud adalah paracetamol sebagai obat pereda rasa sakit atau sildenafil sebagai obat penambah stamina. BPOM RI dengan tegas melarang masyarakat mengonsumsi obat herbal dengan kandungan BKO.

Tips Aman Pakai Obat Herbal

  1. Pastikan telah terdaftar di BPOM RI.
  2. Perhatikan tanggal pembuatan dan kadaluarsa
  3. Perhatikan dan ikuti petunjuk pemakaian
  4. Ada baiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk mengetahui lebih lanjut kandungannya

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Terutama bagi ibu hamil. Hendaknya ibu hamil berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan agar aman pakai obat herbal. Sebab, dalam obat medis saja ada sebagian yang dilarang untuk ibu hamil. Terlebih lagi obat herbal yang beberapa di antaranya belum bisa ditentukan bagaimana interaksinya terhadap proses ilmiah dalam tubuh.

Terkadang ada obat herbal yang awalnya dimaksudkan untuk memberi manfaat baik, justru bisa memperparah kondisi penyakit seseorang. Contohnya obat herbal sambiloto. Obat ini bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun bisa juga berbahaya jika sambiloto dikonsumsi oleh penderita penyakit autoimun. Lalu ada pula obat herbal yang terbuat dari pegagan. Pegagan tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang memiliki gangguan organ hati. Menurut penelitian, mengonsumsi pegagan bisa meningkatkan risiko kerusakan hati.

Kesimpulan

Obat herbal atau obat medis adalah washilah (perantara) bagi manusia untuk berobat. Selebihnya adalah kehendak Allah untuk memberikan sakit atau mengangkatnya. Dalam mencoba beragam washilah tersebut, bukan hanya masalah syari’at yang perlu diperhatikan. Ada aspek lain misalkan dosis, indikasi, kontra indikasi dan lain sebagainya. Obat medis tertentu, secara jelas dilarang untuk dikonsumsi tanpa resep dokter. Hal ini sangat baik untuk menghindarkan diri dari efek samping yang mungkin terjadi.

Khusus untuk obat herbal, ini yang masih menjadi polemik. Memang benar ada pendidikan tertentu yang membuka diri untuk mempelajari herbal. Namun untuk autentifikasi apakah berhak mendiagnosis suatu penyakit seperti dokter, belum ada kejelasannya. Oleh karena itu, baik obat medis atau obat herbal ada baiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Tinggalkan Komentar