Plasenta Akreta, Awas Bahaya Bagi Nyawa Ibu dan Janin

Senyumperawat.com – Istilah Plasenta Akreta mungkin jarang diketahui oleh masyarakat umum. Plasenta akreta terjadi ketika pembuluh darah plasenta tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim. Bisa dibilang, kondisi ini sangatlah berbahaya. Bisa menimbulkan kegawatdaruratan pada saat proses persalinan atau bahkan sebelumnya. Semakin dalam posisi plasenta maka semakin beresiko. Bahkan Plasenta Akreta ini dapat membahayakan nyawa ibu dan janin.

Proses persalinan tentunya yang paling mudah adalah yang aman. Semakin lama dan sulit prosesnya, maka nyawa adalah taruhannya. Persalinan normal, plasenta akan lepas dengan sendirinya setelah beberapa saat bayi dilahirkan. Dalam proses sesar pun demikian, plasenta akan dikeluarkan setelah bayi dilahirkan.

Dalam kasus Plasenta Akreta, plasenta jadi lebih sulit untuk lepas dengan sendirinya. Kontraksi uterus kurang begitu berpengaruh pada kasus ini. Perdarahan pun dapat menjadi ancaman serius. Masalah lainnya, tanda bahaya ini secara umum sulit untuk dilihat. Bahkan, baru dapat diobservasi dengan lebih detail dengan pemeriksaan USG.

Perdarahan pun, dapat terjadi sejak trimester ketiga. Komplikasi yang bisa saja terjadi adalah keguguran atau prematur. Bayi harus segera dilahirkan untuk menyelamatkan nyawa si bayi dan ibunya.

Kenapa Plasenta Akreta bisa terjadi?

Ada anggapan para pakar bahwa penyebab Plasenta Akreta berkaitan dengan kadar alpha-fetoprotein. Semakin tinggi kadarnya maka resiko terjadinya Plasenta Akreta semakin tinggi pula. Ada pula anggapan bahwa ketidaknormalan kondisi dinding rahim juga berpengaruh. Namun, secara pastinya belum ada riset lebih lanjut yang menemukan sebabnya. Sebenarnya risiko seorang wanita terkena plasenta akreta bisa terus meningkat tiap kali dirinya hamil, terlebih lagi jika berusia di atas 35 tahun. Selain itu, kasus plasenta akreta juga banyak ditemukan pada wanita yang sebelumnya melakukan operasi rahim, termasuk operasi caesar.

Kondisi yang beresiko

  1. Memiliki posisi plasenta pada bagian bawah rahim ketika hamil.
  2. Menderita plasenta previa (plasenta menutupi sebagian atau seluruh dinding rahim).
  3. Menderita fibroid rahim submukosa (rahim tumbuh menonjol ke dalam rongga rahim).
  4. Memiliki jaringan parut atau kelainan pada endometrium (dinding rahim bagian dalam).

Penanganan kasus Plasenta Akreta

Tindakan gawat darurat yakni operasi sesar bisa saja diambil oleh dokter. Ketika memang sangat beresiko terhadap nyawa, maka tidak ada cara lain selain operasi. Tapi keputusan ini pun tidak serta-merta langsung ditempuh. Ada pertimbangan pula ketika kondisi Plasenta Akreta yang terjadi terbilang ringan. Jika tidak terlalu dalam, persalinan normal masih dapat dilakukan. Proses persalinan normal pun beresiko terjadi perdarahan berat. Oleh karena itu, boleh jadi dokter juga akan menginstruksikan untuk menyiapkan tranfusi darah.

Semua orang tua pasti berharap yang terbaik bagi anaknya. Bahkan terkadang ada ibu yang mengatakan “Tolong segera selamatkan bayi saya dok, meskipun harus mengorbankan nyawa saya”.

Namun dalam kondisi bagaimana pun, tim dokter akan mengambil kebijakan yang terbaik untuk keselamatan keduanya. Jika tingkat keparahan plasenta akreta sudah masuk level menengah atau tinggi di mana jarak plasenta dan mulut rahim sangat dekat, maka dokter akan melakukan operasi sesar untuk mengeluarkan si bayi kemudian mereka mungkin akan melakukan operasi untuk mengangkat seluruh rahim pasca sesar dengan operasi histerektomi (gabungan prosedur ini disebut cesarean hysterectomy).

Komplikasi lain yang mungkin terjadi

  1. Emboli paru atau tersumbatnya arteri paru-paru oleh gumpanan darah
  2. Infeksi,
  3. Masalah pada kehamilan berikutnya (meliputi plasenta akreta yang kambuh, kelahiran prematur, dan keguguran)

Oleh karena itu, rajin-rajinlah memeriksakan kondisi kandungan. Salah satu manfaatnya adalah ketika ditemukan kondisi yang tidak diinginkan, maka dapat segera diambil langkah antisipasi.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker