Perawat Judes, Bupati Akan Beri Sanksi Mutasi

0
Perawat Judes

Senyumperawat.com – Perawat judes memang sosok yang tidak diharapkan. Seperti halnya istilah jaman dulu, datang tak diundang dan pulang tak diantar. Judes bukanlah karakter yang tidak bisa diubah. Kendati demikian, adanya perawat judes tidak selalu karena karakter dasarnya memang judes. Bisa saja karena gaji yang menunggak atau kesejahteraan belum terpenuhi. Jadi tidak bisa memang digeneralisir seluruh perawat judes itu harus dikenai sanksi yang sama. Harus ditelisik penyebabnya.

Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, dr Didik Haryanto mempunyai tugas yang cukup berat. Banyak pekerjaan rumah yang mendesak segera diselesaikan, terutama terkait performance perawat dan pelayanan yang perlu ditingkatkan.

“Saya sudah minta Direktur RSUD segera membuat inovasi untuk meningkatkan pelayanan. Misalnya dengan membuat sistem online untuk mengatasi antrian pasien agar lebih cepat. Ini tantangan jajaran direksi yang baru saja dilantik,” ujar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, usai pelantikan pejabat pratama dan Direktur RSUD di pendapa rumah dinas (Rumdin) beberapa waktu lalu.

Yuni mengaku banyak menerima keluhan dan masukan terkait pelayanan di rumah sakit milik Pemkab tersebut. Seperti terjadinya antrian panjang pelayanan yang banyak dikeluhkan masyarakat. “Banyak sekali yang harus dibenahi. Makanya kami minta jajaran direksi yang baru segera membuat terobosan agar pelayanan kesehatan lebih baik,” ujarnya.

Menurut Yuni, kondisi antrian ini akhirnya berimbas pada penumpukan pasien yang harus ditangani oleh dokter maupun pelayanan tenaga medis. Karena banyaknya pasien sehingga satu dokter bisa melayani hingga 50 pasien lebih setiap harinya. “Bisa dibayangkan, satu dokter memeriksa di atas 50 pasien. Itu jelas tidak memungkinkan selesai dalam sehari,” terangnya.

Belum lagi keluhan terkait performance para perawat. Yuni juga mengaku mendapat masukan adanya perawat yang tidak ramah alias judes kepada pasien. Untuk itu dia meminta kepada Direktur RSUD yang baru saja dilantik melakukan pembenahan sumber daya manusia (SDM).

Jika perlu perawat yang masih bersikap tidak ramah terhadap pasien diberi sanksi, mulai dari administrasi hingga mutasi. “Tidak dibenarkan seorang perawat judes. Jadi harus ada sanksi. Mulai administrasi atau dipindah ke Puskesmas yang lebih jauh juga bisa,” tandas Yuni. (Destur/krJogja)

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.