Perawat Itu, Tak Digaji Sudah Sering, Tapi Tak Ingkar Pada Tugasnya

0
Para perawat sukarela ketika menuju ke salah satu desa untuk melihat masyarakat yang sakit. Foto : Kendari Pos.
Para perawat sukarela ketika menuju ke salah satu desa untuk melihat masyarakat yang sakit. Foto : Kendari Pos.

Senyumperawat.com – Jangan ajarkan tentang arti keikhlasan kepada Nurhawa, Asma dan Norvi. Tiga perawat sukarela yang kesehariannya bertugas di Puskesmas Polara Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) ini rela “menantang maut” demi menyelamatkan pasien. Padahal, mereka tak punya status dan gaji yang jelas.

Jalan berbukit yang membentang dari Puskesmas Polara menuju Langara menjadi saksi bisu perjuangan tiga perawat muda sukarela dalam melaksanakan “misi” kemanusiaan. Tak hanya bahaya longsor, jurang di samping kiri-kanan jalan juga siap “melahap” kalau mereka terlena. Sungguh, perjalanan yang sangat berat, padahal mereka juga mesti memikirkan pasien yang akan dirujuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konkep.

Pemkab Konkep sudah menghitung, jarak antara pecahan Puskesmas Waworete itu ke Langara sekira 60 kilometer. Dalam kondisi normal (tidak hujan,red), perjalanan bisa ditempuh sampai 8 jam saja. Tapi kalau medannya licin, bisa lebih lama dari itu. Belum lagi mempertimbangkan bahaya dalam perjalanan. “Memang sangat berat. Tapi begitulah, kami lakukan ini demi membantu pasien,” kata Nurhawa, kepada Kendari Pos, Sabtu (22/7/2017).

Nurhawa, sudah beberapa bulan bertugas di Puskesmas Polara, tanpa status jelas alias tak memiliki surat keterangan (SK) bupati. Meski tidak memiliki SK, namun dia bersama dua rekannya Asma sebagai perawat dan Norvi sebagai petugas gizi tak mempersoalkan. Mereka lakukan itu demi mengaplikasikan ilmu dan membantu kemanusiaan. 

Tinggalkan Komentar