MUI Temukan Alternatif Vaksin yang Tidak Bersinggungan Dengan Najis Babi

Sampai kemudian tahun 2010, ada isu nasional pasca MUI Sumatera Selatan mendapati vaksin Meningitis mengandung babi. Vaksin ini yang menjadi syarat keluarnya visa haji dan umrah. Karena waktu itu di Makkah dan Madinah -sebagai tempat pertemuan umat di seluruh dunia- menjadi wilayah yang disebut “Meningitis Area”.

Pemerintah Arab Saudi ingin jamaah haji sejak pergi dan pulang dalam keadaan sehat. Tidak mungkin, kata Aminudin, MUI menyetop jamaah haji untuk tidak berangkat. Sebab waktunya sudah mepet dengan penyelenggaraan haji. Dan kalau disetop pun, antrian haji sudah 15 tahun.

“Maka itu kondisi lil hajjah (mendesak). Akhirnya kita bolehkan,” ucap Aminudin.

MUI tak lantas jadi pasif. Di tahun 2011, MUI mencoba mencari vaksin halal alternatif ke Italia, China, dan tempat lain.

“Alhasil kita dapati ada vaksin alternatif yang tidak bersinggungan dengan najis mughalazhah dan di situ ada proses pemurnian, pensucian yang sesuai dengan syariah. Maka dia kita hukumi halal,” tuturnya.

Dengan adanya vaksin halal ini, Bio Farma dan Kemenkes didorong oleh MUI untuk melakukan kajian vaksin-vaksin lain yang halal. (Destur/Hidayatullah)

Laman sebelumnya 1 2
Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker