Materi Pengertian dan Gejala Kecemasan

0
pengertian dan gejala kecemasan

Senyumperawat.com – Menurut Kaplan, dkk (1997: 3-4) Kecemasan adalah suatu sinyal yang menyadarkan; ia memperingatkan adanya bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorang mengambil tidakan untuk mengatasi ancaman. Kecemasan adalah respon terhadap suatu ancaman yang sumbernya tidak jelas, samar-samar, atau konfliktual.

Menurut Nevid, dkk (2002:163) kecemasan adalah keadaan khawatir yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi. Misalnya, kesehatan, relasi sosial, dan kondisi lingkungan yang dapat menjadi sumber kekhawatiran. Menurut Trismiati (2004), kecemasan atau dalam Bahasa Inggrisnya “anxiety” berasal dari Bahasa Latin “angustus” yang berarti kaku, dan “ango, anci” yang berarti mencekik.

Menurut Kamus kesehatan Dorland dan Newman, 1988 (dalam Rahayu, 2009: 167-175) kecemasan adalah rasa tidak nyaman yang terdiri atas respon-respon psikofisik sebagai anti pasti terhadap bahaya yang dibayangkan atau tidak nyata, seolah-olah disebabkan oleh konflik intrapsikis.

Gejala fisik yang menyertainya meliputi peningkatan detak jantung, perubahan pernafasan, keluar keringat, gemetar, lemah dan lelah, bentuk gejala psikisnya meliputi perasaan akan adanya bahaya, kurang tenaga, perasaan khawatir dan tegang. Menurut Saparinah dan Markam (1992) dalam Rahayu (2009: 167-175) kecemasan adalah suatu perasaan tidak berdaya, perasaan tidak aman tanpa sebab yang jelas.

Gejala kecemasan

Berdasarkan uraian dari Conley, 2004 dkk (Dalam Maharani, 2008) dapat disimpulkan bahwa gejala kecemasan dapat dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Gejala fisik; berupa gejala darah tinggi, keringat dingin dan becucuran, debaran jantung berdetak lebih kencang/cepat, sakit kepala, kaki dan tangan terasa dingin, kembung, lambung terasa perih, perasaan sebah, banyak angin di dalam perut, obstipasi (susah kebelakang), megap-megap tak dapat bernapas, dan hidung tersumbat, kejang-kejang pada otot, gangguan pada sendi (mirip gejala rematik), gemetar, pencernaan menjadi tidak teratur, kesulian tidur, nafsu makan hilang, lelah, mudah capek.
  2. Gejala psikologis; berupa takut sekali akan menjadi gila dan takut mati, derealisasi (merasa apa yang ada di luar dirinya berubah menjadi lain), gejala depersonalisasi (dirinya bukan dirinya), rasa khawatir, gelisah, kebingungan, distorsi persepsi, gangguan orientasi (ruang dan waktu), sulit memusatkan perhatian dan kemampuan assosiatif, merasa tidak berdaya, rasa rendah diri, hilangnya rasa percaya diri, merasa tidak tentram, terus menerus memeriksa segala sesuatu yang sudah dilakukan, panic attack, kecenderungan untuk melakukan segala sesuatu berulang-ulang, sensitif sekali, cepat marah, mudah sedih, sangat mudah untuk kehilangan pegangan, kehilangan motivasi dan minat, perasaan-perasaan yang tidak nyata, tidak bisa membuat keputusan, sangat sensitif terhadap suara.

Pustaka

  • Kaplan, dkk. 1997. Sinopsis Psikiatri Jilid II. Jakarta : Binarupa Aksara
  • Trismiati (2004). Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Pria dan Wanita Akseptor Kontrasepsi Mantap Di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dalam https://psikologi.binadarma.ac.id/jurnal/jurnal_trismiati.pdf
  • Rahayu, Iin Tri (2009). Psikoterapi: Perspektif Islam dan Psikologi Kontemporer. Malang: UIN Malang Press
  • Maharani, Triana Indri (2008). Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Kecemasan Dalam Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil Trisemester Ketiga Skripsi Universitas Gunadarma Depok dalam https://digilib.uinsby.ac.id
Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.