Lagi Booming, Melahirkan dengan Metode Lotus Birth

Metode Lotus Birth (Foto: id.theasianparent.com)
Metode Lotus Birth (Foto: id.theasianparent.com)

Senyumperawat.com – Metode Lotus Birth belakangan cukup banyak diperbincangkan. Sebuah metode baru dalam melahirkan sang buah hati. Para ibu yang belum mengerti apa itu Metode Lotus Birth tentunya akan mencari referensi ilmiahnya. Metode Lotus Birth bisa didefinisikan sebagai proses melahirkan dimana plasenta bayi masih dibiarkan menempel pada bayi.

Seperti dikutip dari laman klikdokter.com, Metode Lotus Birth adalah suatu metode melahirkan yang banyak diminati para ibu belakangan ini. Proses melahirkan dalam metode lotus birth dilakukan dengan membiarkan plasenta atau ari-ari tetap menempel pada bayi tanpa dilakukan pemotongan tali pusat. Tali pusat dibiarkan kering hingga puput dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Biasanya, plasenta atau ari-ari bayi setelah dilahirkan akan langsung dipotong pada pangkal tali pusat yang melekat pada bayi. Namun kali ini berbeda, semuanya itu dibiarkan tetap bersama bayi hingga dengan sendirinya terlepas.

Seperti kita pahami bersama, plasenta adalah media nutrisi bagi bayi selama dalam kandungan. Dalam dunia medis, metode lotus birth masih menjadi kontroversi sebab belum adanya literatur yang cukup membuktikan apakah metode ini berbahaya atau tidak.

Metode lotus birth sendiri dipercaya memiliki manfaat bagi bayi terutama pada sistem kekebalan tubuh, mencegah kekurangan darah dan zat besi, serta mempererat hubungan ibu dan anak. Namun belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan hal ini, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Sebaliknya, berikut ini beberapa bahaya, yang sudah sering dibuktikan secara medis, yang dapat terjadi ketika bayi menjalani lotus birth:

Risiko infeksi

Plasenta yang masih terhubung dengan bayi tentu berisiko mengalami pembusukan dan infeksi setelah beberapa hari didiamkan. Hal ini dapat menimbulkan reaksi serupa pada bayi serta menimbun banyak bakteri yang bisa berbahaya bagi sekitarnya.

Risiko perdarahan

Ibu yang menjalani lotus birth harus sangat berhati-hati ketika menyusui anak, memandikan, atau menggendong anak. Jika tidak berhati-hati, tali pusat dapat tidak sengaja tertarik, serta menimbulkan luka dan perdarahan.

Risiko kuning

Plasenta banyak mengandung darah ibu. Namun ketika berada di luar tubuh ibu, plasenta tidak menghasilkan darah atau antibodi lagi. Tali pusat justru harus segera diklem untuk mencegah bayi menjadi kuning karena bilirubin (senyawa hasil metabolisme hati) yang tinggi.

Sebelum memutuskan akan mencoba Metode Lotus Birth, ada baiknya Anda merenungkan resiko yang mungkin saja terjadi. Sebab, keselamatan sang bayi tentu lebih diutamakan dengan menelaah referensi yang lebih ilmiah untuk diterapkan.

Pos terkait