Klasifikasi Derajat Luka Bakar

0
Klasifikasi Derajat Luka Bakar

Senyumperawat.com – Luka bakar secara sederhana diartikan sebagai luka karena terbakar. Baik itu akibat air panas, listrki atau pun api dan uap panas. Klasifikasi derajat luka bakar pun tergantung luas dan dalamnya luka. Luka bakar bisa diartikan dengan kerusakan jaringan permukaan tubuh. Hal ini diakibatkan oleh panas tinggi. Jadi intinya, yang namanya terbakar itu selalu erat kaitannya dengan suhu tinggi.

Baca: Rumus Baxter Untuk Menghitung Kebutuhan Cairan Pasien Luka bakar

Klasifikasi derajat luka bakar ditinjau dari penyebabnya

  1. Luka Bakar Termal: Luka bakar thermal (panas) disebabkan oleh karena terpapar atau kontak dengan api, cairan panas atau objek-objek panas lainnya
  2. Luka Bakar Kimia: Luka bakar chemical (kimia) disebabkan oleh kontaknya jaringan kulit dengan asam atau basa kuat. Konsentrasi zat kimia, lamanya kontak dan banyaknya jaringan yang terpapar menentukan luasnya injuri karena zat kimia ini. Luka bakar kimia dapat terjadi misalnya karena kontak dengan zat-zat pembersih yang sering dipergunakan untuk keperluan rumah tangga dan berbagai zat kimia yang digunakan dalam bidang industri, pertanian dan militer. Lebih dari 25.000 produk zat kimia diketahui dapat menyebabkan luka bakar kimia.
  3. Luka Bakar Elektrik: Luka bakar electrik (listrik) disebabkan oleh panas yang digerakan dari energi listrik yang dihantarkan melalui tubuh. Berat ringannya luka dipengaruhi oleh lamanya kontak, tingginya voltage dan cara gelombang elektrik itu sampai mengenai tubuh.
  4. Luka Bakar Radiasi: Luka bakar radiasi disebabkan oleh terpapar dengan sumber radioaktif. Tipe injuri ini seringkali berhubungan dengan penggunaan radiasi ion pada industri atau dari sumber radiasi untuk keperluan terapeutik pada dunia kedokteran. Terbakar oleh sinar matahari akibat terpapar yang terlalu lama juga merupakan salah satu tipe luka bakar radiasi.

Fase-fase terjadinya luka bakar

a. Fase akut

Disebut sebagai fase awal atau fase syok. Dalam fase awal penderita akan mengalami ancaman gangguan airway (jalan nafas), brething (mekanisme bernafas), dan circulation (sirkulasi). Gnagguan airway tidak hanya dapat terjadi segera atau beberapa saat setelah terbakar, namun masih dapat terjadi obstruksi saluran pernafasan akibat cedera inhalasi dalam 48-72 jam pasca trauma. Cedera inhalasi adalah penyebab kematian utama penderiat pada fase akut. Pada fase akut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit akibat cedera termal yang berdampak sistemik

b. Fase sub akut.

Berlangsung setelah fase syok teratasi. Masalah yang terjadi adalah kerusakan atau kehilangan jaringan akibat kontak dengan sumber panas. Luka yang terjadi menyebabkan:

  • Proses inflamasi dan infeksi.
  • Problem penutupan luka dengan titik perhatian pada luka telanjang atau tidak berbaju epitel luas dan atau pada struktur atau organ – organ fungsional.
  • Keadaan hipermetabolisme.

c. Fase lanjut.

Fase lanjut akan berlangsung hingga terjadinya maturasi parut akibat luka dan pemulihan fungsi organ-organ fungsional. Problem yang muncul pada fase ini adalah penyulit berupa parut yang hipertropik, kleoid, gangguan pigmentasi, deformitas dan kontraktur.

Baca: Dasar-Dasar Perawatan Luka Bakar Secara Umum

Klasifikasi derajat luka bakar

a. Luka bakar derajat 1

  • Kerusakan terjadi pada lapisan epidermis
  • Tampak merah dan kering seperti luka bakar matahari
  • Tidak dijumpai bulae
  • Nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi
  • Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 5-10 hari

b. Luka bakar derajat 2

  • Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis, berupa reaksi inflamasi disertai proses eksudasi.,/li>
  • Dijumpai bula.
  • Nyeri karena ujung-ujung saraf teriritasi.
  • Dasar luka berwarna merah atau pucat, sering terletak lebih tinggi diatas kulit normal.

Luka bakar derajat 2 ini dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:

  • Derajat II dangkal (superficial). Kerusakan mengenai bagian superfisial dari dermis. Organ-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebasea masih utuh. Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 10-14 hari.
  • Derajat II dalam (deep). Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis. Organ-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebasea sebagian besar masih utuh. Penyembuhan terjadi lebih lama, tergantung epitel yang tersisa. Biasanya penyembuhan terjadi lebih dari sebulan.

c. Luka bakar derajat III

  • Kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis dan lapisan yang lebih dalam.
  • Organ-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebasea mengalami kerusakan.
  • Tidak dijumpai bulae.
  • Kulit yang terbakar berwarna putih hingga merah, coklat atau hitam
  • Terjadi koagulasi protein pada epidermis dan dermis yang dikenal sebagai eskar.
  • Tidak dijumpai rasa nyeri dan hilang sensasi, oleh karena ujung-ujung saraf sensorik mengalami kerusakan/kematian.
  • Penyembuhan terjadi lama karena tidak terjadi proses epitelisasi spontan dari dasar luka.
  • Berdasarkan tingkat keseriusan luka

Baca: Trik Sederhana dan Segera Ketika Melihat Korban Luka Bakar

Klasifikasi derajat luka bakar menurut ABA (American Burn Association)

  1. Luka bakar mayor
    a. Luka bakar dengan luas lebih dari 25% pada orang dewasa dan lebih dari 20% pada anak-anak.
    b. Luka bakar fullthickness lebih dari 20%.
    c. Terdapat luka bakar pada tangan, muka, mata, telinga, kaki, dan perineum.
    d. Terdapat trauma inhalasi dan multiple injuri tanpa memperhitungkan derajat dan luasnya luka.
    e. Terdapat luka bakar listrik bertegangan tinggi.
  2. Luka bakar moderat
    a. Luka bakar dengan luas 15-25% pada orang dewasa dan 10-20% pada anak-anak.
    b. Luka bakar fullthickness kurang dari 10%.
    c. Tidak terdapat luka bakar pada tangan, muka, mata, telinga, kaki, dan perineum.
  3. Luka bakar minor
    a. Luka bakar minor seperti yang didefinisikan oleh Trofino (1991) dan Griglak (1992) adalah :
    b. Luka bakar dengan luas kurang dari 15% pada orang dewasa dan kurang dari 10 % pada anak-anak.
    c. Luka bakar fullthickness kurang dari 2%.
    d. Tidak terdapat luka bakar di daerah wajah, tangan, dan kaki.
    e. Luka tidak sirkumfer.
    f. Tidak terdapat trauma inhalasi, elektrik, fraktur.

Segera rawat ke rumah sakit jika:

  1. Luka bakar mengenai wajah, tangan, alat kelamin atau kaki
  2. Penderita akan mengalami kesulitan dalam merawat lukanya secara baik dan benar di rumah
  3. Penderita berumur kurang dari 2 tahun atau lebih dari 70 tahun
  4. Terjadi luka bakar pada organ dalam.

Tinggalkan Komentar