UMR Indonesia Tertinggi Ketiga di ASEAN, Tapi Kenapa Gaji Perawat Indonesia Masih Di Bawah UMR?

0
Kenapa Gaji Perawat Indonesia Masih Di Bawah UMR

Senyumperawat.com – Berdasarkan kajian yang dirilis akademisi Fakultas Ekonomi Umrah, Rafki Rasyid, upah minimum regional (UMR) Indonesia berada di peringkat ketiga tertinggi 10 negara ASEAN, sebesar USD226 atau senilai Rp2,8 juta per bulan.

Posisi upah Indonesia hanya berada di bawah Malaysia USD300 dan Singapura USD406. Sementara di bawah Indonesia tercatat Filipina USD200, Thailand USD197, Vietnam USD113, Myanmar USD112, Laos USD78 dan Kamboja USD64.

Rafki mengatakan dengan upah lebih tinggi dari enam negara lain, sementara produktivitas tenaga kerja kita hanya nomor lima. Hal ini tentu saja berbahaya bagi perkembangan kondisi ketenagakerjaan Indonesia.

“Investor akan berpandangan ada tekanan buruh terhadap pemerintah untuk menaikkan upah. Seharusnya kenaikkan upah diimbangi dengan naiknya produktivitas buruh. SP (serikat pekerja (SP) dan pemerintah harus memikirkan cara menggenjot produktivitas,” ujarnya, Kamis (8/1/2015).

Dia mengatakan Vietnam saat ini menjadi tantangan berat bagi Indonesia terutama FTZ Batam. Banyak investor saat ini melirik Vietnam sebagai tujuan investasi basis produksi.

Pemerintah Vietnam yang memberikan banyak insentif dan iklim yang kondusif serta jarang terjadi demonstrasi buruh menjadi daya tarik yang tidak dimiliki FTZ Batam.

Selain itu, salah satu insentif menarik yang diberikan pemerintah Vietnam adalah pemberian tanah secara gratis seluas 3.000-5.000 meter persegi untuk investor.

Buktinya juga saat ini sejumlah investor mulai menempuh relokasi industri ke Vietnam terutama industri garmen asal Korea Selatan. Selain Vietnam, Kamboja juga sudah mulai banyak dilirik investor asing.

Rifki menyebutkan International Labour Organization (ILO) juga memandang Indonesia sebagai satu-satunya negara yang upahnya naik akibat demonstrasi. Informasi itu terungkap dari pembicaraan antara Direktur ILO Guy Ryder dengan Wapres Jusuf Kalla.

Menurutnya, kondisi itu secara gamblang menjadi citra buruk investasi di Indonesia sekaligus menurunkan minat investor untuk menanamkan uangnya di Indonesia.

“Di luar negeri demo dilakukan bukan menuntut kenaikan upah, tapi perbaikan kondisi lingkungan kerja dan tuntutan perbaikan asuransi oleh pemerintah,” ujar Rifki.

Sebagai dampak kenaikan upah, lanjut Rifki, saat ini di Jakarta sudah ada 27 perusahaan yang mengajukan penangguhan pembayaran upah karena tidak sanggup bayar. Di Batam dipastikan juga akan terjadi perusahaan mengajukan permohonan penangguahan UMK 2015.

Menurutnya, kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah harus menemukan formulasi perencanaan pengupahan di masa mendatang agar bisa diterima semua pihak.

“Pemerintah juga harus menjamin kenaikan upah diikuti kenaikan produktivitas. Dan, yang paling urgent kenaikan upah jangan gara-gara demo melainkan melalui diskusi setara antara buruh dan pengusaha,” tandas Rifki dikutip dari laman Sindonews

Kuliahnya Mahal Tapi Gaji Perawat di Bawah UMR

Diungkapkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPC SARBUMUSI) Kota Sukabumi, Surya Adam. Menurut data yang ia miliki, gaji perawat di bawah UMR masih menjadi dilema di wilayah Sukabumi.

Surya menjelaskan, perawat yang ada di Kota Sukabumi menurut data yang Ia punya, selain masih banyaknya gaji di bawah Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK), juga banyak kontrak kerjanya yang kurang jelas. “Jadi bagaimana pelayanan bisa bagus, pekerja rumah sakitnya saja masih digaji di bawah standar,” ujarnya dilansir Pojoksatu.id.

Baca juga  Gaji Perawat RSUD Cilegon Menunggak, Rumah Sakit Diteror Surat Kaleng

Namun ketika ditanya persoalan data rumah sakit mana saja yang memberi gaji perawat di bawah UMR, Surya mengatakan jika hal ini belum waktunya ia buka karena persoalan hajat hidup orang lain.

“Ada anggota kami di salah satu rumah sakit itu, jadi kami akan kuatkan dulu di basis keanggotaannya baru nanti menyusun Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Karena jika tidak ada PKB, biasanya pekerja banyak dicurangi,” tuturnya.

Surya berharap, pihak Dinas Tenaga Kerja pun ikut memantau persoalan pekerja yang ada di RS di Kota Sukabumi.

“Sudah kuliahnya mahal-mahal menjadi perawat, kasian kan jika gajinya masih di bawah UMR,” ucapnya.

Sedangkan menurut Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi, Didin Sarifudin mengatakan, memang perawat itu adalah buruh.

Baca juga  Lowongan Perawat ke Jepang 2016 Telah Dibuka

Namun menurut pantauannya selama ini, RSUD tidak ada yang gaji di bawah UMR. “Malah mereka itu mendapatkan tunjangan-tunjangan, tapi saya kurang tahu untuk rumas sakit swastanya,” ungkapnya.

Didin mengatakan, jika perawat yang ada di RSUD itu tidak masuk serikat buruh dan UMR-nya tidak disamakan dengan UMR yang diterapkan ke pekerja lain.

Menurutnya, perawat yang ada di RSUD itu telah diatur langsung oleh pemerintah termasuk gajinya. “Perawat di RSUD itu masuk kepada kategori Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mereka ada kemungkinan untuk menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS),” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar