Jumlah Penderita AIDS di Jakarta Ada 42 Ribu

Senyumperawat.com – Jumlah penderita AIDS di Indonesia terbilang masih banyak. Tidak lain masih banyaknya jumlah penderita AIDS ini karena pergaulan bebas. Termasuk pelegalan para pelacur dengan sebutan pekerja seks komersial. Ketika sebuah perilaku hina dianggap sebagai sebuah profesi maka dampak negatif pasti menyertai. Dalam Islam, perbuatan zina akan mendapatkan hukuman yang berat. AIDS pun bagian dari adzab bagi para pezina.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyatakan bahwa Jakarta adalah provinsi nomor empat dengan pengidap AIDS terbanyak, setelah Papua, Papua Barat, dan Jawa Timur.

Tercatat dari data Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) jumlah pengidap AIDS di Ibukota mencapai 42 ribu jiwa pada akhir 2016.

Djarot yang juga menjabat sebagai Ketua KPAP DKI Jakarta juga menyinggung bahwa pencegahan penyebaran virus HIV penyebab AIDS jangan hanya berorientasi pada perempuan, tetapi juga laki-laki.

“Selalu dibilang, kuncinya adalah PSK (pekerja seks komersial) yang hanya dikontrol, tapi kita tidak pernah mengontrol perilaku laki-lakinya, penggunanya,” kata Djarot dalam rapat penyusunan Rencana Strategi KPAP 2018-2022 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/9).

Oleh sebab itu, Djarot menambahkan, keliru apabila hanya wanita yang diingatkan akan penyebaran HIV. Terlebih, kini jumlah penderita AIDS antara laki-laki dan perempuan, jumlahnya hampir sama.

Mantan Walikota Blitar itu juga meminta agar pemahaman akan bahaya AIDS juga digalakkan ke kalangan menengah atas, yakni kalangan yang juga rawan terdapat penyimpangan perilaku.

Adanya stigma bahwa pengidap AIDS harus dikucilkan, kata Djarot, adalah tantangan bagi KPAP untuk menghapus stigma tersebut dari masyarakat.

“Makanya, laporan medis itu saya minta dijaga masalah privasinya, supaya mereka nyaman dan aman,” kata Djarot.

Sebagai upaya pencegahan, Djarot meminta Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta untuk terus menggalakkan program Ketuk Pintu Layani dengan Hati (KPLDH), program layanan Puskesmas yang ia canangkan sejak kampanye Pilkada 2017 bersama Ahok.

Dalam KPLDH, disiapkan petugas kesehatan yang bekerja secara tim, terdiri dari seorang dokter, perawat, dan bidan yang akan bertanggung jawab pada satu wilayah tertentu yang sudah ditetapkan.

Satu tim KPLDH bertanggung jawab pada sekitar lima ribu jiwa dari wilayah yang telah ditetapkan.

Tugas utamanya adalah melakukan tindakan preventif (pencegahan) dan promotif (pemeliharaan dan peningkatan), dengan tetap melakukan tindakan kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif bila diperlukan sebagai tindakan awal.

Djarot pun mengharuskan adanya keterbukaan data pengidap AIDS di seluruh wilayah Jakarta yang terkoneksi dan terintegrasi satu sama lain untuk mendampingi dan merawat sampai tuntas.

“Karena KPAP tidak bisa bekerja sendiri, dia harus terintegrasi terpadu dengan berbagai institusi baik yang dimiliki Pemprov, pemerintah pusat, maupun NGO yang terlibat,” ujarnya dikutip dari laman CNN.


Destur Purnama Jati, S.Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker