Komisi IX DPR: Jumlah Bidan D3 Melampaui Kapasitas dan Belum Memiliki Kompetensi Standar

Senyumperawat.com – Komisi IX DPR RI kembali mengundang pakar dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) guna mencari masukan terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kebidanan. Salah satu poin utama dalam RDPU tersebut yakni jumlah bidan di Indonesia.

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengatakan, berdasarkan pemaparan para ahli yang hadir yaitu‎ Prof. dr. Budi Sampurna, DFM., S.H., Sp.F(K), SpKP; Dr. Farid Husin dr. SpOG(K).M.Kes.MH.Kes; Prof. Ali Baziad, SpOG; Dr. dr. Budi Iman Santoso, SpOG terungkap bahwa jumlah bidan di Indonesia melebihi kapasitas.

“Jadi, total bidan kita 400 ribu, dengan per tahun itu meloloskan sekitar 40 sampai 50 ribu bidan,” kata Dede, di ruang Komisi IX DPR RI di Gedung Nusantara I Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/8/2016).

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga medis untuk seluruh Indonesia berkisaran 250 ribu bidan. Dengan syarat ‎kapasitas kompetensi seusai dengan yang diharapkan.

Namun, hal itu berbanding terbalik dengan jumlah bidan saat ini yang sudah melampaui kapasitas dan belum memiliki kompetensi standar yang diharapkan. ‎Menurut pakar, kata Dede, mayoritas tingkat kompetensi bidan saat ini berada di angka lima.

“Lima itu pendidikan D3. Maka yang mestinya bisa menyelesaikan masalah yang terjadi di ruang lingkup persalinan, menjadi tidak maksimal,” ucap Dede.

Dede melanjutkan, “Minimal, menurut beliau-beliau ini tingkat kompetensi adalah 6, kira-kira levelnya D4 atau S1.”

Salah satu cara untuk memenuhi target kompetensi yang diinginkan yaitu dengan menempuh pendidikan tambahan, layaknya Dokter Layanan Primer (DLP). Namun, Dede mengakui hal itu akan sangat susah.

‎”Tidak mudah karena ada sekitar 400 ribu bidan yang kemudian berpikir harus ada pendidikan tambahan atau tidak,” kata Dede.

Oleh karena itu, Komisi IX akan melakukan kajian mendalam mengenai over kapasitas dan standar kompetensi keahlian bidan. Salah satunya yaitu dengan cara mempertimbangkan mengenai pendidikan Diploma 3 ‎kebidanan yang saat ini menjamur di Indonesia.‎

“Jadi, kita akan kita lihat apakah dari sisi pendidikan D3 itu cukup, karena sekarang sudah banyak lembaga pendidikan kebidanan seperti Akbid, tapi pas diterapkan di lapangan kompetensinya cukup rendah. Itu yang akan kita rumuskan kembali‎,” ucap Dede. (Destur/Metro)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker