Hal-Hal Penting Seputar Nyeri Saat Haid, Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Senyumperawat.com – Nyeri saat haid atau biasa disebut juga dismenorea secara mendasar tentu rasa nyeri yang berkenaan dengan haid. Bagi remaja yang baru mengenal soal haid, kadang masih bingung cara menghadapi nyeri itu. Namun, terkadang bagi yang perempuan dewasa pun masih kewalahan ketika mengalami nyeri saat haid.

Nyeri haid terasa begitu menyakitkan memang. Mulai dari kram pada otot sekitar perut hingga menjalar ke punggung atau paha. Tidak sedikit yang sedang mengalami nyeri saat haid tidak dapat beraktivitas banyak. Bahkan ada yang lebih memilih berdiam diri sembari tiduran. Nyeri haid bisa saja berlangsung sampai beberapa hari.

Gejala nyeri saat haid

Nyeri yang timbul memang bisa diklasifikasikan sesuai yang dirasakan. Bisa saja termasuk nyeri ringan, sedang atau berat. Jika nyerinya baru pada taraf ringan, biasanya aktivitas tak sampai terganggu. Tapi kalau sudah terlalu berat, rasanya mau tak berselera lagi melakukan apa pun.

Gejala yang mengiringi nyeri haid:

  1. Sakit kepala dan pusing
  2. Sering buang air kecil
  3. Diare
  4. Emosi menjadi labil

Gejala tersebut paling sering terjadi. Biasanya sudah muncul sejak awal haid. Gejala yang muncul sejak awal haid memang membuat tubuh merasa sangat tidak nyaman. Bahkan emosi pun menjadi labil. Ada yang terus merasakannya sampai 2-3 hari atau lebih. Bahkan yang sampai sepekan juga ada. Makin banyak darah haid yang dikeluarkan, maka berhubungan pula dengan semakin kerasnya dinding rahim berkontraksi.

Ketika mengalami masa menstruasi, dinding otot rahim akan berkontraksi lebih kuat. Kondisi ini berlangsung untuk mengikis lapisan dinding rahim paling dalam. Saat berkontraksi, rahim menekan pembuluh darah. Sebagai akibatnya, tekanan ini menghentikan pasokan darah dan juga pasokan oksigen ke dalam dinding rahim paling dalam. Jaringan pada rahim akan mengeluarkan senyawa kimia yang menyebabkan rasa sakit ketika pasokan oksigen terhenti.

Pada waktu yang bersamaan, tubuh juga menghasilkan senyawa kimia lain yang disebut prostaglandin. Prostaglandin akan mendorong rahim untuk berkontraksi lebih kuat lagi. Akibatnya, rasa sakit yang muncul juga meningkat.

Penyebab terjadinya nyeri saat haid

Nyeri yang timbul saat haid erat kaitannya dengan kontraksi otot dinding rahim. Ketika otot tersebut kontraksi untuk peluruhan dinding rahim, maka rasa nyeri pun timbul. Kontraksi tersebut memberi tekanan pembuluh darah di sekitarnya. Suplai oksigen menjadi terhambat dan akhirnya rasa nyeri pun tak tertahankan.

Seperti kami sebutkan di atas, rasa nyerinya beraneka-ragam. Oleh karena itu memerlukan penanganan berbeda pada tiap klasifikasi nyeri yang dialami saat haid.

Obat untuk mengobati nyeri saat haid

Obat Anti Inflamasi Non-steroid (OAINS). Dokter akan meresepkan OAINS untuk kebanyakan kasus nyeri haid. Obat anti inflamasi non-steroid yang bisa dibeli bebas adalah ibuprofen dan juga aspirin. Untuk penggunaan yang benar mengenai obat ini, tanyakan pada dokter tentang dosis dan aturan pakainya serta baca informasi yang tertera pada kemasan obat. Selain itu, ada juga Asam Mefenamat sebagai pereda nyeri.

Paracetamol juga termasuk obat dengan indikasi anti nyeri. Obat yang murah-meriah dan termasuk banyak rumah yang menyediakan alternatif obat keluarga. Obat penghilang rasa sakit lain. Bagi Anda yang tidak merasakan efek dari OAINS, Anda bisa mengonsumsi paracetamol. Paracetamol adalah jenis obat bebas yang bisa dibeli di apotek dan efek samping yang ditimbulkan hanya sedikit. Selain paracetamol, kodein juga bisa diberikan, tapi Anda memerlukan resep dokter untuk obat ini.

Cara meredakan nyeri saat haid tanpa obat

  1. Berolahraga secara teratur
  2. Kompres hangat. Botol berisi air hangat yang dikompreskan ke daerah perut yang sakit bisa membantu mengurangi rasa sakit.
  3. Mandi air hangat
  4. Menghindari merokok dan mengonsumsi minuman keras. Kegiatan ini dianggap bisa meningkatkan risiko Anda mengalami nyeri haid.
  5. Kegiatan relaksasi.
  6. Suplemen makanan. Menurut studi, vitamin E, asam lemak omega 3, vitamin B1, vitamin B6, dan magnesium bisa meredakan nyeri haid.
Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker