Efek Berbahaya Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Medikal Bedah Penyakit

Senyumperawat.com – Efek berbahaya hipertensi sudah banyak diketahui masyarakat. Salah satunya adalah stroke. Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan gejala dimana darah dipompa dengan tekanan yang lebih dari kondisi normal. Jadi secara umum, kondisi ini jelas tidak normal. Dampak akibat efek buruk negatif penyakit hipertensi bagi kesehatan dan menimbulkan mengakibatkan penyakit lainnya dan ini tidak sedikit jumlahnya.

Beberapa tahun lalu ada sebuah kasus seputar hipertensi ini. Ia adalah seorang sopir. Kepalanya sering terasa sakit dan leher terasa kaku katanya. Oleh karena ia tidak menghiraukan hal tersebut, ia pun tetap saja melakukan aktivitasnya sebagai sopir. Hingga suatu ketika, dikabarkan ia tengah perjalanan cukup jauh. Namun lagi-lagi, sakit kepala dan kaku pada lehernya muncul. Tapi ia tidak menghiraukan. Akhirnya, ternyata tanpa diduga ia terkena stroke.

Efek berbahaya hipertensi (tekanan darah tinggi)

Ilustrasi di atas adalah salah satu akibat buruk menyepelekan hipertensi. Darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Ada batas toleransi dalam tekanan darah. Tekanan darah masih bisa dikatakan normal jika mencapai angka 100-140 mmHg. Sedangkan untuk tekanan bawah atau biasa disebut diastolik kisaran 60–90 mmHg. Seseorang akan didiagnosa memiliki tekanan darah yang tinggi ketika menunjukkan angka diatas 140/90.

Beberapa hal fatal yang diakibatkan oleh hipertensi berikut ini, semoga dapat menjadi bahan wacana untuk segera merubah pola hidup. Pola hidup yang buruk akan menimbulkan penyakit yang salah satunya adalah hipertensi. Masalah hipertensi adalah awal dari beberapa penyakit mematikan di tubuh kita.

Rusaknya sel otak

Sel otak memerlukan pasokan oksigen yang amat banyak. Efek berbahaya hipertensi yang paling tampak adalah terhadap sel otak ini. Pasokan oksigen yang rendah akibat hipertensi dapat menyebabkan penggumpalan darah, serta pemblokiran aliran darah ke otak. Kondisi ini dapat meningkatkan terjadinya mini stroke. Untuk kasus yang paling gawat, hipertensi dapat menyebabkan stroke. Kerusakan otak lainnya berdampak pada demensia vaskular, gangguan kognitif, dan penyakit otak lainnya.

Maka dapat dikatakan bahwa hipertensi adalah sebab utama penyakit stroke. Beberapa kasus stroke yang terjadi merupakan kasus yang dipicu oleh hipertensi pada penderitanya. Masalah mendasarnya, sebagian besar penderita hipertensi belum begitu memahami betapa stroke memiliki korelasi erat dengan hipertensi. Tidak sedikit karena hal ini, mereka menyepelekan adanya gangguan pada tekanan darahnya.

Masalah pembuluh darah

Aterosklerosis atau rusaknya pembuluh darah bisa saja terjadi. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan arteri amat meregang dan menyebabkan kerusakan jaringan. Salah satu penyebab hipertensi, ialah aterosklerosis, di mana plak dan kolesterol memblokir arteri yang menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Aterosklerosis merupakan salah satu jenis Arteriosklerosis. Arteriosklerosis merupakan terjadinya pengerasan pembuluh darah arteri. Kondisi arteri yang mengeras ini terjadi oleh karena penebalan dinding pembuluh darah arteri. Secara lebih mengerucut, Arteriosklerosis yang paling sering dijumpai adalah Aterosklerosis. Aterosklerosis adalah pengerasan atau penebalan arteri yang terjadi pada bagian arteri terbesar pada tubuh.

Aorta merupakan arteri paling besar. Selain itu, Aterosklerosis juga melibatkan cabang pembuluh darah lain yang besar. Arteri dengan ukuran besar terdapat pada ekstremitas, otak, jantung dan visera interna mayor.

Gangguan pada mata

Peredaran darah ke mata yang terhambat dapat mengakibatkan gangguan pandangan, misalnya rabun, pendarahan bahkan kebutaan. Masalah awal adalah glukoma. Gejala yang tampak adalah tekanan pada bola mata meningkat. Tidak hanya itu, bisa juga terasa sangat nyeri pada bagian pelipis dan sekitar mata. Kondisi akan semakin parah jika tidak dibawa istirahat. Pada saat itu, tekanan darah di bagian pelipis dan dahi meningkat.

Gangguan pada organ ginjal

Jika pembuluh darah arteri ginjal rusak, maka peredaran darah ke ginjal juga ikut terganggu dan ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga limbah tersebut menumpuk. Selain itu, sel-sel ginjal juga bisa rusak karena gangguan asupan nutrisi dan darah ke ginjal.

Gangguan pada organ vital

Pada laki-laki, hipertensi dapat mengakibatkan terjadinya disfungsi ereksi dan pada wanita. Dapat pula menyebabkan kehilangan gairah seksual, vagina terasa kering dan tidak dapat melakukan orgasme.

Gangguan pada paru-paru

Efek berbahaya hipertensi bagi paru-paru cukup terasa. Ketika jantung memompa darah dengan cepat, maka kebutuhan oksigen juga meningkat. Hal ini akan berakibat kerja paru-paru akan dipaksa lebih cepat. Maka kita akan sering mendapati seorang yang mengalami hipertensi, nafasnya akan berubah cepat. Kondisi ini akan berkorelasi dengan kebutuhan otak akan darah. Maka tidak jarang bisa sampai mengakibatkan pingsan (sinkop).

Selain beberapa masalah di atas, masih banyak lagi yang lainnya. Semoga dapat kita bahas lagi dilain kesempatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.