Dipaksa Cukur Jenggot, Perawat Muslim Ini Pilih Keluar dan Jadi Pengasuh Panti

Subhanallah! Inilah pengalaman spiritual seorang pemuda yang berprofesi sebagai perawat. Ketika diterima bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Kota Banjarmasin dia menghadapi sebuah dilema.

“Perawat muslim ini diminta untuk mencukur habis jenggotnya bila ingin tetap bekerja. Tetapi karena keyakinannya jenggot adalah sunnah Rasul dia akhirnya memilih mundur sebagai perawat di sana,” ujar Ustadz Muhammad Yusuf, S.Pd di Masjid Al Jihad Banjarmasin.

Menurut ustadz ini, cerita ini disampaikan ayah si perawat kepada dirinya selepas memberikan sebuah tausiah. Setelah mundur, dia kembali melamar menjadi perawat di rumah sakit yang lain dan kembali diterima.

Namun dalam proses menjalani pekerjaan, dia merasa berbenturan antara sistem kerja dengan akidah yang dianutnya. “Si perawat ini kemudian kembali memutuskan berhenti dan memilih tawaran yang saya berikan untuk menjadi pengasuh di panti asuhan,” ujar ulama ini.

Ini, menurutnya, menunjukkan keteguhan hati seorang muslim dalam mempertahankan keyakinannya memegang teguh ajaran Alquran dan Sunnah Rasul. “Memang untuk zaman sekarang sangat jarang muslim yang teguh seperti ini,” ujarnya.

Hukum bekerja di tempat yang menolak syari’at

Syaikh Abdul Aziz bin Bazz dalam salah satu fatwanya, melarang pekerjaan apapun yang mensyaratkan kemaksiatan kepada Allah, di antaranya mencukur/memotong jenggot. Syarat batil tersebut tidak boleh disetujui, baik dalam kemiliteran atau perkerjaan-pekerjaan lainnya. Bahkan, beliau menganjurkan untuk meninggalkan pekerjaan tersebut dan mencari pekerjaan lain yang telah Allah ‘Azza wa Jalla bolehkan. Tidak boleh tolong menolong dalam kemaksiatan dan permusuhan, karena Allah Ta’ala telah berfirman,

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2)

Beliau menasihati kepada orang yang dihadapkan persoalan seperti ini agar bertakwa kepada Allah dan tidak menerima syarat untuk mencukur jenggot. Sesungguhnya pintu rizki sangat banyak bihamdillah tidak tertutup, tapi terbuka. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

“Dan siapa yang bertakwa kepada Allah, pasti Allah menjadikan jalan kelaur untuknya.” (QS. Al-Thalaq: 2) (binbaz.org.sa, alih bahasa Voa-Islam)

Share

This website uses cookies.