Didampingi Suami Saat Melahirkan Bikin Prosesnya Lebih Mudah

Didampingi Suami Saat Melahirkan
Ilustrasi kamar bersalin

Senyumperawat.com – Didampingi suami saat melahirkan adalah harapan dari mayoritas istri. Ada perasaan bahagia tentunya proses melahirkan didampingi oleh orang terdekat. Ada yang memberikan semangat, melantunkan doa dan memberikan ketenangan. Kondisi persalinan memang sangat krusial. Momen dimana nyawa istri menjadi taruhannya.

Betapa peran suami sangat dinantikan. Istri memiliki karakter mudah labil dan sulit mengambil keputusan sendiri. Posisi suami sebagai kepala rumah tangga memiliki peran tersebut. Maka wajar jika istri berharap banyak untuk didampingi suami saat melahirkan.

Muat Lebih

Baca: Oki Setiana Dewi Melahirkan Anak Kedua, Tim Medisnya Harus Perempuan Semua dan Diiringi Lantunan Ayat Quran Didampingi Suami

Ada pun beberapa manfaat dari pendampingan suami saat istri melahirkan bisa disimak di bawah ini. Dikutip dari laman Alodokter, ternyata peran suami tidak sekedar saat membuat tapi juga sampai proses kelahiran sang anak.

Mendukung secara fisik maupun emosional

Misalnya, membantu memijat dan mengatur pernapasan Anda untuk meringankan rasa sakit selama persalinan. Suami juga dapat membantu mendapatkan posisi nyaman saat berbaring di tempat tidur. Dari segi emosional, tentu ibu hamil terbantu oleh kehadiran dan dukungan suami, seperti diberikan kata-kata penyemangat. Dengan dukungan ini, Anda akan merasa diperhatikan dan membuat Anda lebih semangat berjuang melawan sakit.

Membantu ibu hamil menyampaikan sesuatu ke dokter

Terutama, ketika tengah kontraksi yang membuat sulit bicara. Suami juga bisa membantu ibu hamil membuat keputusan jika proses persalinan tidak berjalan normal.

Mengingatkan teori persalinan yang diperlukan

Misalnya, yang sudah dipelajari di kelas antenatal atau saat membaca buku. Ada kemungkinan, ibu hamil melupakan karena merasa panik.

Tips Mempersiapkan Suami Sebagai Pendamping Persalinan

Ada suami yang masih bingung saat akan mendampingi ibu hamil melahirkan. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan suami mendampingi selama proses persalinan :

Mengajak suami mengemas pakaian dan kebutuhan lain saat persalinan

Ketika akan melahirkan, ibu hamil menjadi fokus utama bagi semua orang. Tidak jarang, suami lupa mempersiapkan pakaian untuk dirinya sendiri. Beberapa hari sebelum perkiraan persalinan, ingatkan suami untuk membawa pakaian bersih dan memakai pakaian yang nyaman selama mendampingi nanti. Jika perlu, bantu suami mempersiapkan kebutuhan tersebut.

Mencari informasi persalinan bersama suami

Jauh hari sebelum tiba masa persalinan, mintalah suami untuk ikut mempelajari tentang persalinan. Sesekali ajak suami ke tempat senam antenatal untuk mendapatkan informasi dan seluk beluk persalinan. Tujuannya agar suami mengerti hal-hal yang harus dilakukan selama mendampingi saat persalinan. Yang perlu diingat, jangan meminta suami tidak bisa membaca buku atau informasi persalinan dari media lain, ketika ibu hamil sudah mengalami kontraksi. Jadi, mintalah dia membaca jauh sebelum hari perkiraan lahir tiba.

Meminta pengertian suami untuk sikap tidak lazim

Minta suami untuk mempersiapkan diri dan memahami sikap Anda menjelang persalinan nanti. Umumnya banyak ibu hamil yang memiliki permintaan yang tidak lazim. Ada ibu hamil yang meminta kakinya diremas kencang-kencang untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit, namun ada juga yang justru menggenggam tangan suami keras-keras. Ada juga yang ingin diusap terus punggungnya sepanjang waktu. Ajak suami bekerja sama dan mendukung selama masa persalinan. Ibu hamil juga harus memberitahu suami apa saja yang membuat Anda nyaman dan tidak nyaman. Contohnya, Anda bisa merasa tidak nyaman dan makin panik ketika mendengar seseorang banyak bicara.

Memberi pemahaman untuk siap mengambil keputusan

Pada masa persalinan kadang-kadang terjadi hal yang tidak terduga. Misalnya, dokter atau bidan harus memecahkan air ketuban untuk mempercepat proses persalinan atau ternyata harus dilakukan operasi Caesar. Jika terjadi hal-hal seperti ini, sebagai pendamping, suami harus siap mengambil keputusan. Jika Anda telah memiliki rencana persalinan, pastikan suami mengetahuinya. Ini akan berguna baginya saat harus mengambil keputusan yang sesuai dengan keinginan Anda di ruang persalinan.

Mengingatkan suami untuk tidak memaksakan diri

Ada suami yang tidak kuat mental saat mendampingi istri melahirkan. Misalnya, dari awal suami sudah siap mendampingi, kemudian saat melihat darah, mentalnya turun drastis. Bicarakan pada suami, jika terjadi hal-hal seperti ini, suami bisa pergi dari ruang bersalin. Jika tetap bertahan di ruangan tersebut dikhawatirkan kondisi suami justru mengganggu kerja tim medis.

Ketika suami mendampingi saat proses persalinan, beban mental Anda akan berkurang. Proses persalinan pun menjadi lebih nyaman. Namun perlu diingat bahwa kehadiran suami sebagai pendamping tidak menjamin proses persalinan akan berjalan lancar. Semua kembali lagi pada kondisi medis Anda dan bayi di dalam kandungan.

Pos terkait