Cara Membersihkan Telinga dengan Benar, Jangan Pakai Cutton Bud

Senyumperawat.com – Cara membersihkan telinga dengan benar bukanlah dengan menggunakan kapas lidi. Secara umum, kapas lidi atau biasa dikenal dengan sebutan cotton bud memiliki efek samping tersendiri. Salah satunya yang paling fatal adalah terdorongnya kotoran telinga ke dalam. Kotoran telinga bukan hanya mengganggu pemandangan, tapi kalau sudah terlalu menumpuk akan mengganggu pendengaran. Selain itu, kalau sampai meleleh keluar pun membuat gatal yang tak tertahankan.

Kotoran telinga sebenarnya memiliki konsistensi lunak. Namun dapat menjadi semakin keras. Bahkan apda sebagian kasus bisa sangat keras dan susah keluar. Ketika bentuknya lunak seperti cairan pelumas, ia akan bertugas untuk menangkap kotoran semisal debu. Bukan hanya debu, bahkan air pun bisa dihalangi masuk.

Dampak penggunaan cotton bud

Resiko terparah dari penggunaan kapas lidi adalah robeknya gendang telinga. Baik sengaja memasukkan terlalu dalam atau tanpa sengaja tersenggol. Resiko berikutnya yang agak fatal adalah perlukaan pada saluran telinga. Boleh jadi karena terlalu gatal yang dirasakan, kemudian Anda menekan terlalu kuat pada rongga telinga. Akhirnya karena terlalu bersemangat, kapas lidi tersebut tanpa sadar melukai rongga telinga Anda. Kotoran telinga pun dapat saja terdorong lebih masuk jika penggunaannya justru salah. Maksud hati ingin mengeluarkan, tapi apa daya justru semakin dalam.

Cara membersihkan telinga dengan benar

  1. Teteskan obat tetes telinga. Bisa juga menggunakan minyak bayi (baby oil), gliserin, atau hidrogen peroksida. Tujuannya adalah membuat kotoran telinga menjadi lunak.
  2. Dua sampai tiga hari kemudian, miringkan kepala dan teteskan air hangat ke dalam saluran telinga yang bermasalah, kemudian miringkan kepala ke sisi lain untuk mengeluarkan kotoran telinga. Keringkan air dari saluran telinga, lap dengan handuk lembut. 

    Cara Membersihkan Telinga dengan Benar
    Cara Membersihkan Telinga dengan Benar

Alternatif cara menurut gambar di atas:

  1. Larutkan setengah sendok makan garam ke dalam segelas air hangat
  2. Ambil kapas lalu buatlah semacam bola
  3. Basahi bola kapas dengan air hangat yang telah dilarutkan garam tadi
  4. Teteskan ke telinga secukupnya dan diamkan hingga 3-5 menit
  5. Kemudian miringkan telinga
  6. Basuh sisa cairan dengan kain lembut

Jangan lakukan cara di atas jika:

  1. Merasakan nyeri pada telinga.
  2. Munculnya cairan dari telinga yang bukan terlihat seperti kotoran telinga.
  3. Pernah menjalani operasi telinga.
  4. Menduga mengalami gangguan gendang telinga.

Dampak negatif cara di atas

Cara di atas berisiko membuat kotoran telinga yang melunak menjadi masuk lebih dalam ke saluran telinga. Jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan, segera periksakan ke tempat pelayanan kesehatan. Biasanya dokter dapat mengeluarkan kotoran telinga dengan alat kecil yang disebut kuret atau memakai suction. Bisa juga dilakukan tindakan irigasi.

Obat pembersih telinga

Jika penumpukan kotoran telinga terus berulang, dokter bisa merekomendasikan cara membersihkan telinga menggunakan obat-obatan, seperti peroksida karbamida yang pemakaiannya harus sesuai aturan karena dapat menyebabkan iritasi kulit gendang dan saluran telinga.

Komplikasi membersihkan telinga yang salah

  1. Nyeri telinga,
  2. Vertigo,
  3. Infeksi saluran telinga luar,
  4. Infeksi telinga tengah,
  5. Terbentuknya lubang pada gendang telinga
  6. Kehilangan fungsi pendengaran,
  7. Gatal-gatal parah pada telinga,
  8. Keluar bau tidak sedap dari telinga.

Secara mendasar, kotoran telinga sebenarnya dapat keluar dengan sendirinya. Namun karena kita sering lalai atau kurang perhatian maka kotoran itu selalu menumpuk. Dalam Islam, kita diajarkan berwudhu dengan benar. Salah satu rangkaian dalam wudhu adalah membersihkan telinga. Masalahnya, masih saja banyak yang berwudhu dengan cara yang salah.

Kaitannya dengan membasuh kepala dan telinga, dalam banyak hadits disebutkan sekali usapan. Kemudian dilanjutkan pada telinga dengan memasukkan jari telunjuk ke lubang telinga dan ibu jari mengusap bagian belakang daun telinga. Sunnah ini dijelaskan dalam banyak kitab sholat. Namun yang sudah terlanjur menjamur di Indonesia adalah cara membasuh kepala dan telinga yang kurang tepat. Sebagian masih melakukan dengan basuhan di dahi saja. Kemudian di telinga pun sekedar dibasahi bagian daun telinga. Padahal sunnah yang benar adalah memasukkan jari telunjuk ke lubang telinga. Salah satu manfaat berwudhu saat membersihkan lubang telinga tentunya membersihkan kotoran yang ada dalam lubang telinga.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker