Sejarah Kelam, Bahkan Ada Perawat Jadi Bagian Pembantaian Muslim Rohingya

0

Senyumperawat.com – Menjadi seorang perawat tentunya tidak hanya bermodal nyali. Tapi juga hati yang berjiwa besar sehingga mau bekerja siang-malam untuk memberikan pelayanan kesehatan. Perawat yang berkarakter sebagai penolong adalah dasar. Jika seorang perawat tidak memiliki rasa saling tolong-menolong, maka mungkin sebainya beralih profesi saja.

Seorang perawat Budha Rakhine membunuh seorang wanita Rohingya yang tengah hamil pada Selasa, (08/04) malam di rumah sakit umum Sittwe, negara bagian Arakan (Rakhine). Ia dirawat di rumah sakit sejak 5 April 2014 karena mengeluh kesulitan saat buang air kecil. Saksi mata yang menjaga pasien meyakini bahwa perawat itu membunuhnya atas arahan dokter yang bertugas di rumah sakit itu.

Hasina Begum (28), pengungsi Rohingya
Hasina Begum (28), pengungsi Rohingya

Hasina Begum, 28 tahun, ialah putri U Baadu alias Bodi Alam dan pasangan dari U Shuna Meah alias Shomsul Alam. Hasina merupakan seorang pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp Thanban Ywa (Sommonnya) desa Thay Chaung, Kota Sittwe (Akyab). Ia juga merupakan ibu dari seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Maung Lwin Phoe. Mereka berasal dari desa Narzi, yang sekarang telah dihancurkan dan tidak ada lagi.

Seperti dikutip Kiblat.net dari Rohingya Vision TV, pada Kamis, (10/04), usia kandungan Hasina baru dua bulan. Ia dirawat di rumah sakit umum Sittwe sejak 5 April 2014 dan kondisinya membaik pada Selasa, 8 April 2014. Tapi sebelum pulang dari rumah sakit, sekitar jam 21.00 pada Selasa, 8 April 2014, dua perawat Rakhine tiba di kamarnya di rumah sakit.

Ketika mereka akan memberinya suntikan, penunggu pasien mengatakan kepada perawat bahwa kondisi Hasina sudah membaik dan karenanya tidak diperlukan lagi suntikan tambahan. (Destur/Kiblatnet)

Tinggalkan Komentar