Tim Nusantara Sehat Sebanyak 347 Tenaga Medis Siap Ditempatkan

0
Tim Nusantara Sehat Sebanyak 347 Tenaga Medis Siap Ditempatkan

Senyumperawat.com – Sebanyak 347 tenaga kesehatan yang tergabung tim Nusantara Sehat siap ditempatkan ke daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan. Untuk penempatan tenaga kesehatan ini, Kementerian Kesehatan (Kemkes) menandatangani nota kesepahaman dengan 33 bupati dan wali kota yang disaksikan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek di Jakarta, Rabu (22/8).

Penandatanganan nota kesepahaman ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan program ini, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menjamin keselamatan dan keamanan peserta, menyediakan sarana, prasarana dan fasilitas tempat tinggal yang layak. Selain itu, menerbitkan Surat Izin Praktik (SIP) untuk peserta penugasan khusus tenaga kesehatan dan membiayai petugas dalam rangka penjemputan dan pengantaran.

Dalam sambutannya Menkes mengatakan sasaran program Nusantara Sehat adalah untuk memenuhi jumlah dan jenis tenaga kesehatan sesuai dengan standar di puskesmas di daeran terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK), serta terwujudnya penguatan dan pemenuhan kebutuhan pelayanan di puskesmas. Karena itu Menkes minta para bupati dan wali kota memberi perhatian khusus kepada para peserta, terutama kesehatan mereka sebagai modal utama selama menjalankan tugasnya.

“Kami mendukung bagaimana sarana dan prasarana dari fasilotas kesehatan bisa kita penuhi agar bisa bekerja dengan mksimal,” kata Menkes.

Menkes mengatakan, tim Nusantara Sehat angkatan kedua tahun ini (batch 7) ini akan ditempatkan di 19 provinsi, 33 kabupaten/kota dan 60 puskesmas. Mereka terdiri dari 11 dokter, 8 dokter gigi, 61 perawat, 59 bidan, 37 tenaga kesehatan masyarakat, 49 tenaga kesehatan lingkungan, 38 ahli teknologi laboratorium medik, 39 tenaga gizi, dan 45 tenaga teknis kefarmasian.

Rencananya tim Nusantara Sehat ini akan diberangkatkan ke lokasi penugasan pada Minggu (27/8). Mereka akan ditempatkan di puskesmas dengan kriteria terpencil atau sangat terpencil di DTPK seluruh wilayah Indonesia selama 2 tahun. Tugas mereka bukan hanya untuk mengobati, tapi mengubah perilaku masyarakat agar sadar akan kesehatan. Juga menolong orang hamil terutama di daerah terpencil.

“Daerah pinggiran ini bukan seperti di kota. Geografisnya betul-menantang seperti jembatan yang terbuat dari tali dengan aliran sungai yang deras. Tapi mereka harus terus melayani kesehatan,” kata Menkes.

Sekjen Kemkes Untung Suseno menambahkan, pada 2015 Kemkes telah menempatkan 694 tenaga kesehatan yang tersebar di 15 provinsi, 48 kabupaten/kota dan 120 puskesmas. Di 2016 ditempatkan 728 tenaga kesehatan di 27 provinsi, 73 kabupaten dan 131 puskesmas. Sedangkan pada angkatan pertama tahun ini (batch 6) Kemkes telah menempatkan 347 orang di 18 provinsi, 40 kabupaten dan 60 puskesmas.

Menkes menambahkan, saat ini, proyeksi populasi Indonesia mencapai lebih dari 250 juta orang. Indonesia diindikasikan akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2020 sampai tahun 2035. Jumlah penduduk usia produktif saat itu akan mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Hal tersebut jadi peluang Indonesia untuk menjadi negara maju. Di sektor kesehatan, Bonus demografi harus disikapi melalui program bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga dapat terhindar dari bencana demografi.

Indikasi bencana demografi yang mungkin terjadi yakni, penurunan angka kelahiran tidak sebanding dengan peningkatan umur harapan hidup. Dampaknya, beban tanggung usia produktif semakin meningkat, selain itu, terjadinya pergeseran pola penyakit dari menular ke tidak menular.

Karena itu Menkes mengajak pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, bersama pemerintah pusat saling beriringan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program yang inovatif, sehingga apa yang dicita-citakan bersama dapat terwujud. (Destur/Beritasatu)

Tinggalkan Komentar