Tes Penerimaan CPNS 2017 di Kalimantan Utara Kabarnya Bisa Dimajukan dari Oktober ke Agustus Jika Siap

Senyumperawat.com – Pelaksanaan tes penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di Pemprov Kalimantan Utara bisa saja dimajukan lebih cepat dari bulan Oktober. Kabarnya tes penerimaan CPNS bisa saja dipercepat mulai Agustus 2017.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Utara Muhammad Ishak mengatakan, kecepatan pelaksanaan seleksi CPNS ini juga sangat tergantung kesiapan dua provinsi lain yang ikut terbebas dari kebijakan moratorium, yaitu Papua dan Papua Barat.

Kementerian Pemberdayan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) bersama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) menginginkan tahapan seleksi digelar serentak di tiga provinsi.

Hal itu berdasarkan pembicaraan yang digelar bersama Kemenpan RB di Jakarta, 9 Juli pekan kemarin.

“Jika Papua dan Papua Barat bisa siap, kita bisa melaksanakan di bulan Agustus. Karena kita (Kalimantan Utara) sudah sangat siap,” kata Ishak saat disua Tribun di kantor BKD Kalimantan Utara, Jalan Durian, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Selasa (11/7/2017) oukul 14.20 Wita.

Kalimantan Utara kata Ishak persisnya membutuhkan 2.243 pegawai baru. Jumlah ini sudah diusulkan pemprov jauh hari sebelumnya.

Ishak mengonfirmasi bahwa kuota penerimaan CPNS di Pemprov Kalimantan Utara yang akan diseleksi dalam waktu ini hanya berjumlah 500 formasi.

Pemprov Kalimantan Utara juga harus menyesuaikan dan patuh terhadap Permenpan RB Nomor 20 Tahun 2017 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2017.

Ishak mengatakan, dalam Permenpan tersebut diatur jenis jabatan yang akan direkrut.

Rincinya, jabatan dokter/perawat sebanyak 35 persen, guru 35 persen, dan jabatan pendukung infrastruktur sebanyak 30 persen.

“Jabatan pendukung infrastruktur itu seperti di ke-PU-an (Pekerjaan Umum), Perhubungan, dan ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral,” beber Ishak.

Walau demikian, Ishak mengklaim sudah menyampaikan kepada Kemenpan RB bahwa Kalimantan Utara juga banyak membutuhkan tenaga auditor dan pengelolaan keuangan.

“Kami sudah sampaikan kondisi dan keperluan objektif kita. Mudah-mudahan Kemenpan RB mempertimbangkan itu,” sebutnya. (Destur/Tribun)

Share

This website uses cookies.