Sosok Bidan Teladan Bulukumba, Bidan Yenni: Ini sudah menjadi tugas kami sebagai bidan desa

Senyumperawat.com – Menjadi seorang bidan teladan tidaklah mudah. Tidak sedikit bidan sekarang bekerja hanya mengejar urusan gaji. Berbeda dengan dedikasi para bidan desa. Perjuangan mereka untuk memberikan kontribusi pada dunia kesehatan masih sangat terasa. Bidan teladan satu ini bernama Yenni. Meskipun ia masih menjadi seorang bidan PTT, namun ia tidak segan di tengah hujan dan terik matahari mengunjungi para ibu hamil di rumah-rumah mereka.

Jojjolo adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Bululumpa Kabupaten Bululumba dengan jumlah penduduk sekitar 4206 jiwa yang menempati 8 dusun. Di sektor kesehatan, desa tersebut terdapat 1 Pustu dan 1 Polindes yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setiap hati serta 8 posyandu yang meberikan pelayanan setiap bulan disetiap dusun.

Untuk kesehatan ibu dan anak, Dinas Kesehatan bulukumba melalui Puskesma Salassae telah menempatkan seorang bidan PTT, Yenni Embong Bulan dan 2 bidan magang, Elfi dan Arnida sebagai pendamping. Selain memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan (Polindes), Bidan Desa Jojjolo juga aktif melakukan kunjungan ke rumah penduduk terutama ibu hamil, ibu nifas, dan ibu menyusui.

Meski kondisi jalan berdebu saat kemarau, berlumpur saat hujan, namun tak mengendorkan semangat bidan untuk melakukan kunjungan rumah. Selain memberikan pelayanan pengobatan, bidan juga mengedukasi masyatakat terutama ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui akan pentingnya menjaga kesehatan.

“Khusus untuk ibu hamil, sebagai bidan desa saya intens melakukan pemeriksaan dan menyarankan ibu hamil untuk bersalin di fasilitas kesehatan,” kata Yenni, dikutip dari laman upeks.fajar.co.id.

Dijelaskannya, karena Polindes belum memenuhi standar untuk layanan persalinan, maka ibu hamil di arahkan ke PKM terdekat.

“Memang Polindes di desa kami belum memenuhi standar untuk persalinan, sehingga diarahkan ke Puskesmas terdekat,” ungkapnya.

Perjuangan ini tidak berjalan mulus, terbukti masih banyak ibu bersalin di rumah dengan berbagai alasan.

“Ini sudah menjadi tugas kami sebagai bidan desa, jadi kalau hujan dan kemarau tetap kami kunjungi rumah ibu hamil. Perjuangan penurunan AKI AKB tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kesehatan, tapi menjadi tanggung jawab bersama,” terang Yenni.

Share

This website uses cookies.