Mau Bikin Jalan Sehat, Simak Fatwa MUI Tentang Hukum Jalan Sehat

fatwa mui hukum jalan sehat

Senyumperawat.com – Sebagian besar dari pembaca mungkin sudah tak asing lagi dengan istilah jalan sehat. Hampir setiap ada hari peringatan tertentu, diadakan pula jalan sehat. Bukan hanya itu, termasuk jalan sehat yang didampingi dengan konser. Dangdut pun tak lepas dari itu semua. Tapi kali ini kita tidak akan membahas soal musik, campur-baur atau semisalnya. Soalnya sudah tentu dalam Islam diatur sangat ketat masalah itu dan sebagian besar pembaca sudah paham hukumnya.

Ada satu perkara yang mungkin belum banyak orang menelisiknya. Seputar hukum jalan sehat. Hukum yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah soal fatwa MUI terkait hukum jalan sehat yang menggunakan hadiah. Jalan sehat adalah salah satu kegiatan yang sangat banyak diikuti umat manusia. Bukan karena untuk penyegaran pikiran, tapi lebih kepada hadiah yang ditawarkan.

Muat Lebih

Tidak sedikit poster jalan sehat yang melampirkan ratusan hadiah. Bahkan ada juga yang hadiahnya seekor mobil. Perkara ini pun akan menjadi polemik di tengah umat Islam. Hadiah yang dijanjikan itu berasal dari dana sponsor atau pendaftaran.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menegaskan, hukum jalan sehat berhadiah yang hadiahnya dari uang pendaftaran peserta adalah haram. Sedangkan jalan sehat berhadiah yang hadiahnya dari sponsor, hukumnya boleh.

“Jika peserta lomba jalan sehat dipungut biaya, selanjutnya biaya itu dijadikan hadiah bagi pemenang, maka hukumnya haram,” kata KH Abdurrahman Navis seperti dikutip NU Online.

KH Abdurrahman Navis menjelaskan, model jalan sehat seperti itu seperti sama dengan perjudian, sebagaimana ijtimak MUI yang diputuskan pada 2006.

“Sebaliknya, jika hadiah pemenang diambilkan dari sponsor, maka hukum lomba jalan sehat adalah halal,” lanjutnya.

Pos terkait