Perawat Galak, Keluarga Pasien Lapor Polisi

0
Perawat Galak, Keluarga Pasien Lapor Polisi

Senyumperawat.com – Kasus perawat galak di rumah sakit memang mungkin masih ada. Tapi dibandingkan dengan jumlah perawat yang murah senyum tentu tidak sebanding. Meskipun ada perawat galak, masih banyak perawat ramah yang siap meyalani. Jadi ada baiknya jika ada oknum perawat galak, jangan kemudian menilai perawat lain sama.

RSUD M. Haulussy Ambon dipolisikan. RSUD milik Pemerintah Provinsi Maluku itu dipolisikan oleh orangtua pasien atas buruknya pelayanan kesehatan.

Adalah Paulina Tanasale resmi melaporkan manajemen RSUD Haulussy ke Mapolda Maluku, Jumat (16/6).

Paulina dibuat geram dengan sikap sejumlah perawat saat melayani putranya berinisial Noel Tanasale. Buah hatinya yang baru berusia 2 tahun 8 bulan itu dirawat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Haulussy pada 7 Juni 2017 lalu.

Pelayanan oleh tenaga medis terhadap putranya dinilai tidak manusiawi. Paulina mendatangi Mapolda Maluku Didampingi kuasa hukumnya Yustin Tuny.

Laporan tertulis tentang perlakuan tidak menyenangkan dan tindakan kekerasan terhadap anak dilakukan sejumlah perawat ditujukan kepada Kapolda Maluku Irjen Pol.

Deden Juhara diserahkan melalui Ditpropam dan Ditreskrimum Polda Maluku.

“Selaku pihak yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum suster RSUD Haulussy kepada klien saya, maka secara hukum hal ini harus ditangani oleh pihak kepolisiaan,” tegas Yustin Tuny, kemarin.

Pihaknya akan mengawal kasus ini untuk diproses sesuai hukum yang berlaku hingga ke meja hijau. Hal ini agar memberikan efek jera bagi oknum perawat RSUD Haulussy atas perbuatan tidak menyenangkan terhadap pasien. “Kita tempuh jalur hukum agar menjadi pelajaran supaya ke depan tidak ada lagi pasien mengalami nasib yang sama dengan anak klien kami,” tegasnya.

Untuk mendukung proses penyelidikan, Yustin telah menyiapkan dua orang saksi jika diminta penyidik Polda Maluku untuk dimintai keterangan. “Selain saksi, kami juga punya bukti video kejadian itu yang akan kami serahkan kepada penyidik,” tandasnya.

Peristiwa tidak menyenangkan dan tindakan kekerasan terhadap Noel, bocah 2,8 tahun ini berawal ketika dirinya mengalami gangguan kesehatan pada 7 Juni lalu. Noel dibawa ibunya ke UGD RSUD Haulussy sekitar pukul 19.00 WIT. Saat itu dokter mendiagnosa Noel mengalami dehidrasi akibat muntaber.

Mengetahui penyakit anaknya, Paulina diberikan resep obat untuk ditebus. Setelah itu dia diminta melunasi biaya administrasi. Ketika itu perawat memasang infus ditubuh anaknya yang sangat lemas. Setelah dipindahkan ke ruang belakang UGD, putranya diberikan obat. Bukannya membaik, Noel mengalami demam tinggi. Paulina panik melihat putranya.

Dia berlari menemui petugas medis untuk meminta memeriksa putranya. Tapi permintaan Paulina tidak digubris. Tidak direspon, Paulina berlalu menuju ruang depan UGD untuk meminta dokter piket melihat kondisi putranya sekaligus meminta anaknya dirawat inap di rumah sakit tersebut.

Paulina telah menyelesaikan administrasi termasuk pembayaran dan menunggu agar anaknya dipindahkan ke ruang inap.

Namun sejak pukul 22.00 WIT-24.00 WIT, tak satupun tim medis yang datang mengkonfirmasi apakah anaknya sudah bisa dipindahkan atau belum ke ruang inap.

Bersamaan kondisi kesehatan anaknya semakin lemas. Paulina kembali meminta perawat menangani anaknya namun tidak direspons.

Tidak ditanggapi, Paulina menyampaikan keluhannya ke salah satu mantri. Datang seorang perawat wanita membawa peralatan medis. Tapi bukannya memeriksa anaknya malah melepaskan infus yang terpasang dari tangan putranya.

Melihat kejadian itu, putranya menangis kesakitan. Paulina naik pitam dan terlibat adu mulut dengan perawat tersebut. Namun perawat tak menghiraukan omelan Paulina dan tetap melepaskan infus anaknya. Perawat meminta Paulina untuk membawa keluar anaknya dan mencari rumah sakit lain.

Paulina yang kecewa terpaksa memindahkan anaknya dirawat di RS Bakti Rahayu. Peristiwa adu mulut antara Paulina dengan perawat tersebut sempat direkam dan diunggah di Facebook oleh warga.

Kiriman video melalui akun bernama Allen Risakota dengan durasi 1,39 menit itu langsung viral. Netizen mengecam pelayananan RSUD Haulussy yang tidak manusiawi.

Tak hanya netizen, Gubernur Maluku Said Assagaff bahkan sempat mengecam tindakan tak pantas yang dilakukan perawat terhadap pasien balita tersebut. (Destur/kabartimur.co.id)

Tinggalkan Komentar