Perawat Belum Sejahtera, Kuliah Tinggi Gaji Di Bawah Cleaning Service

Senyumperawat.com – Perawat belum sejahtera, kata yang tepat untuk menggambarkan status perawat saat ini. Perawat adalah profesi khusus dengan sekolah yang khusus, tapi sayangnya digaji di bawah cleaning service. Pernyataan tersebut disampaikan oleh ketua PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia), Harif Fadhillah. Sebanyak 81.199 perawat yang tersebar di 15 provinsi diberi penghasilan yang jauh dari Upah Minimun Propinsi (UMP), yakni Rp 300 ribu per bulan.

“Perawat yang bekerja di sektor swasta malah sangat menyedihkan. Ini yang sedang kita perjuangkan. Karena profesi khusus dengan sekolah yang khusus digaji di bawah cleaning service,” kata Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah pada wartawan, Minggu (23/7).

Harif mengaskan, tantangan terbesar profesi perawat sekarang ini adalah bagaimana memberikan kesejahteraan yang layak bagi profesi bidang kesehatan tersebut. Oleh karena itu meningkatkan kesejahteraan untuk perawat merupakan hal utama yang sedang diperjuangkan oleh PPNI saat ini.

“Masih banyak perawat yang kesejahterannya di bawah dari profesi lain. Kesejahteraan merupakan pekerjaan rumah atau PR yang besar bagi kami,” kata Harif. Dengan kata lain memang benar, perawat belum sejahtera.

Padahal kualitas perawat di Indonesia saat ini semakin meningkat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ilmu keperawatan yang ada saat ini terus berkembang cepat.

Perawat saat ini bukan hanya lulusan SMA/SMK, tetapi pendidikan tinggi bahkan sampai S3 atau doktor. Bahkan, sudah ada 7 profesor khusus disiplin ilmu keperawatan. Sehingga profesi perawat harusnya bisa lebih sejahtera dibanding profesi lain.

“Perawat sekarang semakin baik bukan lagi sebagai hanya pembantu dokter atau perangkat medis lainnya karena dia punya ilmu sendiri,” kata Harif.

Jadi, pihaknya memiliki PR besar tentang kesejahteraan untuk para perawat. Padahal perkembangan ilmu pengetahuannya sangat cepat tetapi tidak diikuti oleh proses pengakuannya.

“Masih banyak perawat kita di swasta yang digaji rendah harusnya bukan upah minimum provinsi karena ini profesi punya keahlian khusus jadi seharusnya tak dihargai dengan UMP. Kalaupun UMP minimal tiga kali UMP,” ujar Harif.

Meski dirinya mengakui kalau kondisi saat ini sulit tercapai, namun kesehteraan harus terus diperjuangkan. Sebab jika seorang perawat sudah bertemu pasien, maka yang muncul adalah pengadiannya.

“Sebagai profesi yang punya keahlian khusus, sekolah khusus, maka tidak layak gajinya di bawah administrasi, bahkan di bawah cleaning service. Seharusnya mereka (perawat) bisa lebih dihargai,” kata Harif.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi PPNI, Dedi Afrizal mengatakan, perkembangan untuk meningkatkan kesejahteraan perawat telah direspons pemerintah.

Menurut Dedi, ada beberapa kementerian yang telah membahas tentang bagaimana meningkatkan kesejahteraan perawat, seperti Kemenkum dan HAM dan Kementerian PAN RB.

“Ini yang kita perjuangkan melalui berbagai advokasi untuk meningkatkan kesejahteraan perawat,” kata Dedi.

Disampaikan Dedi, dalam undang-undang 38/2014 tentang Keperawatan, Kolegium Keperawatan adalah badan yang dibentuk oleh PPNI untuk setiap cabang disiplin ilmu Keperawatan yang bertugas mengampu dan meningkatkan mutu pendidikan cabang disiplin ilmu tersebut.

Dalam rangka mengkawal penyelenggaraan pendidikan profesi, PPNI melakukan pengaturan terhadap Kolegium agar dapat menjalankan fungsinya, melalui dikeluarkannya Peraturan Organisasi tentang Kolegium Keperawatan.

Saat ini terdapat sebanyak delapan Kolegium Keperawatan meliputi Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Kardiovaskuler, dan Keperawatan Onkologi. (Destur/Rmol)


Destur Purnama Jati, S.Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker