Pemerintah Mulai Seriusi Penempatan TKI perawat ke Korea Selatan, Gaji Sampai 30 Juta

"Untuk penempatan TKI di sektor rumah sakit dan perawat kita punya potensi yang luar biasa"

Senyumperawat.com – Program penempatan TKI perawat ke Korea akan segera digarap oleh BNP2TKI. Sebelumnya memang sudah ada wacana untuk melakukan kerja sama dibidang kesehatan. Namun belum terealisasi. Kini wacana itu mulai diseriusi oleh pemerintah untuk membuka lowongan kerja lebih luas bagi perawat di Indonesia.

Melalui program G To G, penempatan TKI perawat ke Korea bukanlah hal mustahil. Mengingat Indonesia sudah berhasil bekerja sama pula dengan Jepang.

Setelah menangani lima sektor penempatan, kini membidik sektor baru yakni Hospitality dan Perawat. “K├Čta punya potensi besar untuk mengisi dua sektor itu. Korea sementara ini mendatangkan tenaga kerja dari China,” jelas Agusdin Subiantoro, Deputi Penempatan BNP2TKI di kampus AUB Solo seperti dilansir KR Jogja.

Menurut Agusdin Jika Indonesia mendapat kuota untuk mengirimkan TKI di sektor Hospitality dan Perawat dipastikan menambah uang pengiriman. Sampai akhir 2016 tercatat Rp 2.681 triliun. Itu dana yang terpantau melalui transaksi perbankan. Padahal ada pengiriman uang yang dititipkan teman atau saudara saat pulang ke tanah air. Lima sektor yang telah berjalan yakni sektor manufactur, fishing, konstruksi, pertanian dan service.

“Untuk penempatan TKI di sektor rumah sakit dan perawat kita punya potensi yang luar biasa,” tambah Agusdin disela mengawasi jalannya tes skill dan kompetensi Employment Permit System Test Of Proficiency In Korea (EPS-TOPIK) bersama Direktur Pempatan BNP2TKI HaryadI dan HRD Korea Lee Sang Kyong.

Menurut Agusdin, penempatan TKI ke Korea melalui program G to G telah dilaksanakan dengan baik. Pada 2016 mampu menempatkan 5.662 orang di atas kuota 4.400 orang terdiri reguler 5.0i2 dan reentry 580 orang. Sedang penempatan Januari-April 2017 sebanyak 1.166 orang terdiri reguler 1.026 orang dan reentry 140 orang.

Dijelaskan pada 2017 BNP2TKI mendapat kuota 5.200 orang untuk penempatan sektor Manufacture. Sedangkan untuk penempatan TKI Fishing belum ditetapkan. Kouta Fishing 900 orang dan yang akan dimasukkan dalam daftar pencari kerja.

Haryadi menambahkan upah minimum di Korea telah bertambah dari Rp 13 juta menjadi sekitar Rp 16 juta. Mereka setiap bulan rata-rata bisa mendapat pemasukan Rp 20-30 juta. Hal ini akan mendorong peningkatan TKI ke Korea. Pemerintah Indonesia bersama HRD Korea pun semakin menseleksi secara ketat sesuai kompetensi dan keahliannya.

Mengingat lowongan kerja di Indonesia yang kurang memadai, sudah sewajarnya jika perawat memiliki pandangan lain. Pendaftaran TKI perawat ke Korea belum diumumkan akan dimulai kapan. Tapi persiapan demi persiapan bisa dilakukan sejak dini.


Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker