Pandeglang Kekurangan Dokter, Kok Bisa Padahal Tiap Tahun Lulusannya Buanyak

0
indonesia kekurangan dokter

Senyumperawat.com – Cukup unik memang jika mendapatkan kabar seperti ini. Lulusan dokter tiap tahun di Indonesia ada puluhan ribu, tapi masih saja ada yang kekurangan dokter. Rasanya bukan karena kekurangan tenaga kerja, tapi kekurangan dokter ini terjadi karena lowongan kerja dokter kurang banyak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mengatakan saat ini tenaga dokter yang tersedia disetiap puskesmas belum memadai. Maka tak heran di sejumlah puskesmas, pelayanan yang diberikan belum maksimal.

Plt Kepala Dinkes Pandeglang, Indah Dinarsiani menyebutkan dari kebutuhan ideal sebanyak 45 dokter, kini Pandeglang hanya memiliki 32 tenaga dokter umum. Padahal seharusnya, dari 36 puskesmas yang beroperasi, minimalnya dihuni oleh 1 dokter umum, termasuk 2 orang perawat.

“Sedangkan sampai saat ini tercatat, 6 puskesmas yang meliputi Puskesmas Cibitung, Cimanggu, Pagelaran, Mekarjaya, Sumur, dan Bojong belum memiliki dokter umum. Sementara ini, keenam puskesmas tersebut hanya diperbantukan oleh tenaga medis lepas,” ujar Indah, Kamis (20/7/2017).

Kondisi yang sama juga terjadi terhadap dokter gigi. Dimana saat ini, Pandeglang hanya memiliki 9 dokter gigi. Begitu juga dengan apoteker yang hanya tersedia 16 orang. Sama halnya dengan dokter umum, seharusnya kedua tenaga medis itu stand by disetiap puskesmas.

“Kalau bidan ada 260 PNS, ditambah 200 PTT, ditambah bidan TKS. Jika ditotal sekitar 900 bidan. Ini justru lebih,” sebutnya.

Kurangnya tenaga dokter dan apoteker itu, diakui menjadi kendala dalam memberi pelayanan kesehatan yang optimal. Karena beberapa dokter, harus membagi waktu memberi pelayanan di puskesmas yang tidak memiliki tenaga kesehatan.

Baca juga: Prioritas Pengadaan CPNS 2017, Untuk Pemerintah Daerah Diprioritaskan Guru, Dokter dan Perawat

“Dengan ketiadaan dokter pelayanan, kami mengalami terkendala karena ada beberapa dokter yang terbagi dengan tempat lain. Idealnya memang 1 puskesmas 1 dokter,” terangnya.

Menurut Indah, pihaknya bukan tanpa upaya dalam memenuhi standar tenaga kesehatan. Dinkes telah mengajukan penambahan dokter sebanyak 2 kali ke Kementerian Kesehatan. Namun sampai kini, belum ada respon yang membanggakan.

Baca juga: Pemerintah Buka Lowongan CPNS Perawat Pertama dan Dokter Umum Pertama 1 Agustus 2017

“Tahun ini kami berupaya memfasilitasi dokter umum, gigi, dan apoteker, dengan pendanaan dari APBD. Melalui mekanisme itu, Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang selama ini telah membantu, akan ditingkatkan honorariumnya sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah,” tandasnya. (Destur/RRI)

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.