Nasib Perawat Indonesia? Antara Kesejahteraan Dan Kezoliman

Senyumperawat.com – Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tentu merupakan suatu harapan besar seseorang untuk menjamin kesejahteraanya dimasa depan. Seluruh lulusan sarjana dari berbagai profesi berlomba-lomba, untuk mendapat status sebagai PNS melalui ajang perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil yang digelar oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Demikian sama halnya dengan profesi perawat yang juga tidak mau ketinggalan untuk terlibat dalam ajang perekrutan tersebut. Profesi Perawat yang berada dibawah naungan Organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), terbilang terbesar kedua di Indonesia, setelah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Namun, disayangkan gaung dan kiprah organisasi ini belum dirasakan anggota dan masyarakat.

Terutama di Sulawesi Tenggara (Sultra), jumlah perawat yang diketahui aktiv berdasarkan Sistem Keanggotaan (SIMK) Online PPNI mencapai 48,843,286 orang. Data tersebut menunjukan bahwa jumlah perawat yang berada di Sultra cukup tinggi.

Namun sangat disayangkan, kondisi profesi perawat saat ini khususnya di Sultra masih sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, di Instansi pelayanan kesehatan baik Pemerintah maupun Swasta, masih banyak profesi perawat yang dipekerjakan sebagai sukarela.

Selain itu, sistem penggajian terhadap perawat pun berdasarkan kebijakan tempat dimana perawat tersebut bekerja, tidak berdasarkan standar upah gaji yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Diusianya yang ke 43 tahun, hingga kini perawat belum pernah merasakan kesejahteraan yang diberikan oleh pemerintah.

Hal tersebut menunjukan bahwa keberadaan profesi perawat saat ini belum mendapat perhatian intens dari Pemerintah. Berhembus kabar dalam perekrutan CPNS mendatang, profesi perawat tidak mendapatkan tempat dalam perekrutan tersebut. Seperti yang dilansir dari salah satu media online di Sultra. Pada perekrutan tersebut, hanya intensiv pada profesi Bidan dan Guru, sementara perawat tidak disebutkan dalam formasi tersebut.

Munculnya informasi tersebut tentu menambah luka hati profesi perawat yang dinilai tidak mendapatkan perhatian secara khusus. Kendati demikian, profesi perawat melalui organisasi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Sultra, terus berupaya untuk memperjuangkan nasib perawat di Sultra, untuk mendapatkan haknya yang layak.

Penulis: Wayan Sukanta
Dipublikasikan dalam https://rubik.okezone.com

Share

This website uses cookies.