Menjadi Bidan Bercadar, Kenapa Tidak?

0

Senyumperawat.com – Ini adalah salah satu kisah seorang bidan yang memutuskan ingin mengenakan pakaian muslimah. Bidan bercadar, mungkin akhir-akhir ini sudah bukan hal yang menghebohkan. Sebab memang pakaian muslimah sudah begitu menjamur. Namun untuk kalangan tenaga kesehatan memang masih sangat jarang dijumpai. Jika ada tenaga kesehatan bercadar, biasanya itu adalah dokter. Kalau bidan rasanya jarang. Terlebih identik dengan persalinan yang mana memerlukan kontak yang lebih dengan darah dan lain sebagainya. Perawat bercadar, mungkin ada tapi tak sebanyak bidan bercadar. Senyumperawat.com juga lumayan sering mengadakan kegiatan sosial pengobatan gratis beberapa tahun lalu dengan beberapa mahasiswi bidan bercadar di Yogyakarta. Ada nilai plus tentunya yaitu mensosialisasikan busana syar’i bagi muslimah.

Tulisan di bawah adalah tulisan dari seorang blogger dengan akun bernama Langit Rinjani. Dalam blognya, ia mengutarakan perjalanan hijrahnya memutuskan menjadi bidan bercadar. Boleh jadi tidak semua orang akan menilai ini sebagai langkah positif dengan alasan ribet atau mengganggu tindakan. Namun seberapa ribetnya itu, sebagai seorang muslimah tetaplah harus memperhatikan busananya. Sebab, Islam telah mengajarkan untuk berbusana menutup aurat dengan baik. Syaratnya adalah tidak sempit, tidak membentuk lekuk tubuh, tidak tipis dan untuk persoalan cadar memang ada perbedaan pendapat para ulama. Namun tidak ada yang menyelisihi cadar. Hukumnya pun terbagi ada ulama berpendapat wajib dan ada yang mengatakan sunnah.

Selebihnya, bagaimana pengalaman seorang bidan bercadar ini menjalani profesinya? Silakan disimak!

Sudah setahun saya memakai busana cadar. Alhamudillah masih istiqomah mengenakannya. Kawan kawan sesama bidan banyak yang kaget dan tidak percaya dengan keputusan saya memakai busana tertutup itu. Apalagi menengok masalalu saya “jilbab metal”, buka pasang jilbab. Berkat dukungan keluarga, suami dan orang tua Alhamdulillah hingga kini saya tetap nyaman mengenakan busana ternyaman itu.

Foto bidan bercadar, Langit Rinjani bersama suami dan anak di salah satu villa milik sahabat

Menjadi bidan bercadar tidak membatasi saya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tidak ada bedanya dengan saat masih memakai jilbab dulu. Malah lebih asik, hanya saat menolong ibu bersalin saya merasakan agak keteteran, karena menghadapi kondisi pasien yang mengeluarkan banyak darah, air ketuban hingga kotoran. Tapi secara keseluruhan cadar tidak membatasi bidan melakukan tugasnya.

Saat menghadiri pertemuan kedinasaan kadang kala dengan diri saya yang berbeda dengan kawan lain, awalnya dulu merasa khawatir terhadap lingkungan kerja, pandangan orang sekitar tentang saya, Namun Alhamdulillah semua itu harus di lalui sebagai ujian istiqomah memakai Cadar.

Awal saya memakai cadar di januari 2016 karena adanya rasa tidak nyaman kepada pandangan lelaki lain, terutama suami suami pasien yang menurut saya cara mereka melihat saya menakuti saya. Selain itu saya memiliki banyak pasien yang mengenakan cadar, cara mereka berbusana, berinteraksi dengan saya membuat saya tertarik mengunakan busana seperti mereka. Alhamdulillah berkat dukungan orang terdekat saya terutama suami, ia mengizinkan saya mengugunakan cadar. Atasanpun tidak mempermasalahkan atau melarang saya mengenakan cadar, sehingga membuat saya lebih mudah untuk memakai busana cadar.

Saya bersyukur kepada Alloh subhanahuatala, dengan cadar saya merasa lebih baik, lebih “bebas”, lebih terlindungi dan lebih merasa menjadi seorang muslim. Kawan kawan bidan juga jangan khawatir jika ingin memakai cadar, memulainya memang sulit tetapi setelah berlalu sebulan dan orang orang sudah terbiasa dengan kita, maka segalanya akan mudah mengalir seperti hari hari biasanya.
Memakai cadar memang tidak wajib bagi wanita muslim. Tetapi semakin tertutup seorang wanita, menurut saya baik pula ia.

Rekan rekan bidan juga bisa memakai busana cadar, kekhawatiran itu memang selalu ada di awal, namun setelah kita menjaninya inhsaa Alloh akan merasa nyaman dan banyak di berikan kemudahan oleh Alloh subhanahuatala.
Mulai dari hari ini, mari berhijrah menjadi lebih baik. semoga Alloh memberikan kekuatan kepada kita semua untuk istiqomah di jalanNYA. aaaamiin

Source: https://poskesdesdasantapen.blogspot.co.id
Editor: Destur

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.