Lambung Sering Terasa Nyeri, Coba Cara Mengatasinya Seperti Ini

Penyakit

Senyumperawat.com – Mungkin tak sedikit dari Anda pernah mengalami keluhan semisal lambung sering terasa nyeri, mual tiba-tiba, perut terasa kembung atau sering sendawa sampai nyeri perut. Boleh jadi, Anda sedang berhadapan secara langsung dengan seekor bakteri. Bakteri ini memang membandel, boleh jadi pula makin bandel karena Anda juga makin bandel dalam hal makan. Lihat enak sedikit, langsung ingin dicicipi. Lihat yang bikin ngiler sedikit, langsung ingin dinikmati.

Jangan-jangan, ada sejenis bakteri Helicobacter Pylori yang sedang membersamai perjalanan kehidupan Anda.bakteri Helicobacter Pylori berbentuk spiral dan tumbuh di saluran pencernaan. Karakteristik bakteri Helicobacter Pylori memang khas memiliki ciri-ciri tersendiri ketika menyerang tubuh. Perlukaan yang terjadi ketika bakteri Helicobacter Pylori mengiritasi lambung, akan lebih terfokus pada daerah dinding lambung.

Kondisi ini pada awalnya akan menimbulkan gastritis atau biasa orang sebut maag. Jika berlanjut terus-menerus maka iritasi akan semakin parah dan terjadilah tukak lambung. Bisa saja, karena merasa bukan masalah serius ternyata justru menjadi pencetus kanker lambung.

Gejala iritas lambung

  1. Lambung sering terasa nyeri
  2. Mual
  3. Perut kembung
  4. Sering bersendawa
  5. Hilangnya selera makan
  6. Nyeri perut sering muncul saat perut kosong alias lapar
  7. Makin kurus

Bakteri Helicobacter Pylori apakah bisa menular?

Kontak langsung bisa menjadi alternatif penularan. Makanya, rajin mencuci tangan adalah perilaku yang sangat baik. Makanan atau minuman yang terkontaminasi juga bisa jadi tempat penularan. Bagi para orang tua, harus selalu mewaspadai anaknya. Terutama bayi yang masih suka memasukkan tangan ke mulutnya.

Seringkali mahasiswa kesehatan yang sedang tugas magang di pedesaan memberikan penyuluhan kesehatan. Tidak lepas dari materi penyuluhan itu adalah tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mulai dari cara cuci tangan hingga membuat sanitasi lingkungan yang baik. Tidak jarang yang mengajak warganya untuk membuat wastafel sederhana di depan rumah.

Mengobati nyeri lambung akibat infeksi

Sebelum diberikan terapi, tentunya diperlukan pemeriksaan secara lebih valid. Baik pemeriksaan diagnostik mau pun laboratorium. Antibiotik tidak akan ketinggalan untuk jenis penyakit seperti ini. Cimetidine atau ranitidine mungkin juga akan diberikan mengingat obat tersebut memang terkenal untuk mengatasi isitasi lambung atau tukak lambung. Jjenis antibiotik yang diberikan misalkan amoksisilin, metronidazole, atau clarithromycin.

Segera periksakan ke dokter jika gejala seperti di atas mulai dirasakan. Sebagai langkah segera tentunya akan lebih baik. Kebiasaan yang kadang sulit dihindari adalah sering menunda-nunda. Ketika sudah parah baru ada kemauan untuk berobat.

Beberapa tips lainnya yang boleh dicoba

Baking soda menurut peneliti asal Harvard, dapat membantu mengatasi nyeri dada saat lambung juga terasa kambuh. “Baking soda bisa digunakan pada sebagian besar orang dengan nyeri dada karena asam lambung. Sifatnya basa, bisa membantu menetralisir asam,” kata Jacqueline Wolf, MD, ahli kesehatan dari Harvard Medical School.

Rekomendasi Wolf adalah mencampurkan 1/2 hingga 1 sendok teh baking soda ke dalam segelas air. Namun jika asam lambung naik terlalu sering, cari cara lain karena baking soda atau sodium bikarbonat mengandung garam yang memiliki efek samping mual muntah.

Lidah buaya pun dinilai memiliki manfaat pula bagi lambung. “Lidah buaya bisa meredakan inflamasi di esofagus (kerongkongan) sebagaimana halnya di lambung,” kata Victor Sierpina MD dari University of Texas Medical Branch soal manfaat aloe vera atau lidah buaya saat asam lambung naik ke kerongkongan.

Dr Sierpina menyarankan 1/2 gelas lidah buaya sebelum makan bagi yang sering mengalami refluks asam lambung. Efek samping yang harus diwaspadai adalah, jus ini bersifat laksatif atau meningkatkan frekuensi buang air besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.