Cara Menyapih Anak yang Baik Tanpa Membuatnya Trauma dengan Brotowali

0
Cara Menyapih Anak

Senyumperawat.com – Secara sederhana, menyapih diartikan dengan menghentikan asupan ASI untuk anak. Cara menyapih anak pun ada banyak sekali versi. Tapi tentunya cara menyapih anak yang baik adalah tidak sampai menyakitinya dan efisien. Menyapih terkadang bisa saja menyakiti anak. Lebih uniknya kalau mengikuti orang tua jaman dulu, dibuat anak merasa pahit.

Tindakan menyapih dilakukan ketika anak sudah mampu mencukupi nutrisi tubuhnya dengan makanan sebagaimana orang dewasa. Menyapih adalah cara dalam menghentikan bayi menyusu dari payudara. Hal ini dilakukan karena usia pada bayi sudah memungkinkan tubuhnya dapat mendapatkan asupan nutrisi secara langsung dari makanan lain yang bergizi.

Kapan waktu menyapih yang tepat?

Allah berfirman dalam surat Al Baqoroh ayat 233 bahwasanya menyusui hendaknya digenapkan sampai 2 tahun. Jadi secara garis besar, menyusui yang baik adalah sampai 2 tahun. Kemudian jika pun ingin disapih, hendaknya setelah 2 tahun tersebut. Proses penyapihan sudah dapat dimulai secara perlahan baik sebelum atau setelah 2 tahun.

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS. Al-Baqarah: 233).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berpendapat mengenai ayat di atas bahwa inilah waktu yang sempurna untuk memberi ASI. Selebihnya dari waktu itu beliau menyebut sebagai makanan biasa.

Syaikul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

“وقَوْله تَعَالَى ( حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ) يَدُلُّ عَلَى أَنَّ هَذَا تَمَامُ الرَّضَاعَةِ ، وَمَا بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ غِذَاءٌ مِنْ الْأَغْذِيَةِ ” انتهى.

“Firman Allah “selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.”, menunjukkan inilah sempurnanya persusuan. Adapun setelah dua tahun maka sama saja seperti makanan biasa.” (Majmu; Fatawa 34/63)

Bagaimana cara menyapih anak yang baik?

Tak mudah memang menyapih anak. Namun setidaknya beberapa cara menyapih anak yang tidak sampai menyakitinya bisa dicoba satu per satu. Para ibu muda biasanya terpengaruh anjuran dari nenek atau ibu atau mertua. Mereka memberikan solusi menyapih dengan cara membuat lidah sang anak trauma. Trauma dengan rasa pahit atau sejenisnya. Hal ini termasuk perbuatan yang mengandung kekerasan sebenarnya. Kasihan si anak sebab bisa saja rasa pahit itu tak langsung hilang melainkan masih tetap terasa hingga beberapa saat lamanya.

Cara menyapih anak dengan perlahan

Memulai penyapihan pada anak tentu tidak dapat dilakukan semudah dan secepat membalikan telapak tangan. Anda juga tidak bisa mengarapkan hari ini menyapih lalu dua dan tiga hari ke depan anak anda sudah menjadi “anti-ASI”. Sebaliknya mulailah dengan perlahan dan bertahap. Hal ini bukan hanya akan bermanfaat untuk si anak, namun juga untuk anda sendiri.

Mengurangi frekuensi menyusu dengan perlahan akan membuat ASI berkurang secara bertahap. Dan tahukah anda, pengurangan perlahan ini akan penting guna mengurangi resiko payudara yang terasa nyeri dan bengkak.

Selain itu, dengan begini anak pun tidak akan merasa seperti dirampas “kepemilikannya”. Untuk melakukan hal ini anda bisa sedikit demi sedikit mengurangi jatah si buah hati menyusu. Misalkan bila setiap hari si kecil bisa terhitung menyusu 5-6 kali, maka pada saat menyapih anda bisa perlahan menguranginya sampai setengah waktu menyusunya.

Carikan pengganti yang disukai anak

Bila biasanya si kecil menyusu lewat payudara, maka mulailah membuat pilihan apa yang akan menggantikannya. Pilihlah pengganti yang tepat untuk menggantinya, apakah itu botol susu, sippy cup atau gelas biasa dengan menggunakan sedotan sebagai alat yang akan digunakan si buah hati untuk menikmati susunya. Selain itu, sebaiknya sediakan beberapa alternatif dan lihatlah mana yang lebih ia sukai. Dengan begini bunda akan lebih mudah menyajikan susu dalam kemasan yang disukainya.

Jangan biasakan anak tidur sambil menyusu

Biasanya bayi akan tidur sambil menyusu, dimana ini adalah posisi yang mereka sukai. Akan tetapi pada saat menyapih, sebaiknya mulai hindarkan kebiasaan menyusu sebelum tidur dan berusahalah untuk menidurkan bayi tanpa harus menyusu secara bertahap.

Anda bisa menciptakan ritual atau kegiatan lain yang lebih menyenangkan sebelum tidur. Seperti misalkan memasukkannya dalam ayunan, atau membacakannya sebuah dongeng. Yang terpenting adalah membuat si kecil merasa nyaman tanpa harus menyusu. Bisa juga dilakukan dengan memeluk atau membelai si kecil agar ia lebih mudah tertidur.

Sediakan camilan sehat

Menyiapkan camilan yang sehat dan bergizi dengan penyajian yang menggugah selera akan sangat positif. Perhatian anak akan teralihkan kepada makanan itu. Ketika anak ingin menyusu, kreativitas ibu diperlukan untuk memberikan apa yang paling ia sukai. Bisa saja dengan jus atau coklat hangat dan sejenisnya.

Biasakan anak minum dengan media lain selain payudara

Dalam rangka melakukan penyapihan dengan bertahap, maka lakukan dengan mulai memberikan ASI lewat media yang berbeda. Mulailah memberikan ASI dala susu botol atau cangkir dan lakukan hal ini dalam satu hari guna menyesuaikan si kecil agar bisa terbiasa. Tetaplah ikuti jadwal selama satu minggu. Kemudian untuk minggu berikutnya tambahkan waktu saat anda memberikan susu botol dan juga kurangi pemberian ASI secara langsung. Untuk bayi dengan usia satu tahun ke atas, anda bisa memberikan mereka susu sapi sebagai pengganti ASI.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.