Bumikan Masjid, Tidak Hanya untuk Dakwah Tapi Juga Kemanusiaan

Senyumperawat.com – Seiring dengan perkembangan zaman, permasalahan ummat saat ini semakin komplek. Hal ini membutuhkan strategi yang nyata dalam menyelesaikannya. Maka, untuk mengambil peran tersebut berdirilah Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM). Sampai saat ini pertumbuhan FKAM bisa menjadi salah satu bagian dakwah dari umat Islam secara luas. Berikiut ini wawancara khusus Reporter Harian Amanah Riki Purnomo, dengan Ketua Dewan Pimpinan Pusat FKAM Rahmat Wahyudi, Sabtu (14/1), saat ditemui di Asrama Haji Donohudan Solo.

Bagaimana proses terbentuknya FKAM?

FKAM yang sudah berdiri sejak tahun 1998, muncul karena keprihatinan terhadap ummat. Terlebih kondisi saat itu terjadi krisis moneter, dimana untuk kebutuhan pokok berupa beras saja ummat sangat kekurangan. Maka mulai dari situ aktivis masjid bergerak meengumpulkan beras dari para donatur untuk dibagikan bagi yang membutuhkan. Gerakan itu semunya berbasis Masjid dan kondisi saat itu luar biasa saat pada saat pembagian beras, suasannya hampir seperti pembagian zakat seperti bulan Ramadhan.

Bagaimana perkembanganya selanjutnya?

Saat ini, FKAM sudah memiliki 20 cabang yang tesebar di beberapa provinsi di Indonesia. Yang paling jauh adalah Cabang Acah dan Kalimantan Utara. Seperti di Kalimantan Utara, proses pembentukan cabang itu karena permintaan warga setempat setelah FKAM mengirim Dai untuk melakukan tugas dakwah disana. Jadi, setiap tahun FKAM memiliki program pengiriman Dai Nusantara.

Apa saja program FKAM selain pengiriman Dai?

Secara garis besar FKAM ini mejadikan masjid sebagai pusat dakwah dan sekaligus punya peran kemanusiaan. Sehingga melahirkan para aktivis yang memang mempunyai semangat dakwah dalam memberdayakan Masjid dan berbagai hal mengenai keperpihakan terhadap kemanusiaan.

Untuk melakukan tugas Dakwah, bagaimana pendanaan FKAM selama ini?

Dari Baitul Mal FKAM, seluruh pendanaan program FKAM bisa dipenuhi dan itu semua seluruhnya berasal dai ummat. Jadi ummat Islam menitipkan sedekah, infaq dan shodaqohnya melalui Baitul Mal FKAM yang nantinya digunakan sepenuhnya untuk mendukung kegiatan dakwah.

Bagaimana wadah pembentukan para Dai di FKAM?

Sudah dua tahun ini FKAM memiliki Akademi Al-Qur’an sebagai wadah pendidikan FKAM mencetak para dai yan berkompeten. Awalnya setiap tahun memiliki target untuk meluluskan 20 Dai. Karena respon ummat sangat positif dan banyak tempat meminta untuk dikirimkan Dai maka akan menambah target sebesar 50 Dai setiap tahun nanti. (Destur/Harian Amanah)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker