Stop Diskriminasi Terhadap Perawat dan Berikan Gaji yang Layak!

Senyumperawat.com – Diskriminasi terhadap perawat menimbulkan polemik hingga sekarang. Unjuk rasa yang dilakukan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) juga Forkom PHI (Forum Komunikasi Perawat Honorer Indonesia) di depan Gedung DPR RI, Kamis (16/3) bukan tanpa alasan.

Dalam orasi perwakilan dari tiap daerah, para perawat honorer, Tenaga Kerja Sukarela, dan Tenaga Harian Lepas menyampaikan harapan, keinginan, dan tuntutan-tuntutan mereka kepada DPR RI yang merasa dicueki sampai hari ini.

“Kami, ada yang digaji Rp 300.000 ribu, jauh di bawah UMR, bahkan ada yang tidak digaji sama sekali,” ungkap perwakilan perawat honorer dari Banten dalam orasinya.

Adapun beberapa tuntutan pengunjuk rasa yang ditulis pada spanduk besar yang dipasang di gerbang gedung DPR RI adalah sebagai berikut:

  1. Stop diskriminasi terhadap perawat.
  2. Angkat perawat honorer jadi PNS, tanpa syarat.
  3. Berikan upah yang layak bagi perawat.
  4. Hapus sistem kerra TKS (Tenaga Kerja Sukarela/THL (Tenaga Harian Lepas) dari instansi pemerintahan.
  5. Revisi UU ASN (Aparatur Sipil Negara) agar memihak pada perawat.

Para perawat merasa perlu kecewa dan menuntut diangkat menjadi PNS. Hal itu dikarenakan teman-teman mereka para bidan PTT sudah diangkat menjadi PNS dengan jumlah yang cukup besar, yakni 39.000 orang.

Adapun para pengunjuk rasa akan ‘turun ke jalan’ lagi bila permintaan mereka tidak dipenuhi oleh pemerintah. Semua ini agar tindakan diskriminasi terhadap perawat bisa segara diatasi.

“Hari ini merupakan permulaan aksi kita untuk menuntut, agar diangkat menjadi PNS. Hari ini kita menuntut persamaan hak. Kalau hal itu belum tercapai kita akan datang lagi,” ujar salah satu orator, perwakilan Forum Komunikasi Perawat Honorer Indonesia (Forkom PHI) Jambi. (Destur/Mdk)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker