Tahun Lalu, Perawat PTT di Bombana Kuliah Mahal Digaji Murah 300 Ribu, Bagaimana Tahun Ini?

0

Senyumperawat.com – Honor perawat PTT (Pegawai Tidak Tetap) bagi perawat di Kabupaten Bombana Rp300 ribu per bulan atau hanya sekitar 16 persen dari Upah Minimum Provinsi sebesar Rp1,8 juta.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bombana dr.Sunandar di Rumbia, Kamis mengatakan honor perawat PTT tersebut sangat kecil akibat tidak tercapainya alokasi dana kesehatan sebesar 10 persen dari APBN maupun APBD sebagaimana ketentuan Undang-Undang.

“Kami sangat miris dengan honor bulanan PTT Perawat di Bombana yang bahkan tidak setengah dari nilai Upah Minimu Provinsi,” tutur Sunandar usai pembukaan Musyawarah Wilayah VI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Sultra di Rumbia Ibukota Bombana.

Menurut Sunandar, kalau saja anggaran kesehatan itu benar mencapai 10 persen baik yang dialokasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) APBD maupun APBN, maka honor Perawat PTT bisa mencapai di atas Rp2 jutaan.

“Akan tetapi khusus di Bombana, dana yang ada lebih dikonsentrasikan pada pembangunan infrastruktur, tidak berbanding lurus dengan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia khususnya di bidang kesehatan,” urai Sunandar.

Salah satu indikatornya kata Sunandar, yaitu tidak adanya acuan baku untuk memberikan insentif atau jumlah honor yang memadai bagi perawat PTT baik yang tergabung dalam Kategori 2 maupun yang tidak masuk kategori.

“Karena tidak adanya acuan kebijakan yang jelas terkait peningkatan insentif bagi perawat PTT, sehingga berimplikasi pada kualitas pelayanan di Rumah Sakit Daearah Bombana,” tandas Sunandar.

Ia berharap agar kedepannya sektor kesehatan di Bombana dapat menjadi perhatian prioritas sehingga kualitas pelayanan yang diberikan di RSUD dapat lebih baik. (Destur/Antara)

Tinggalkan Komentar