Penyebab Bayi Gumoh (Muntah), Bagaimana Cara Mengatasinya?

0

Senyumperawat.com – Bayi gumoh adalah hal yang wajar. Bagi kebanyakan ibu muda yang baru pertama kali punya bayi mungkin sedikit panik. Terlebih jika sebelumnya belum pernah merawat bayi. Bayi gumoh biasanya saat usai minum ASI. Kadang pula sewaktu-waktu bisa saja si kecil gumoh. Istilah gumoh adalah bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat. Gumoh sama dengan muntah, namun penyebutannya memang lebih khusus untuk bayi.

Penyebab bayi gumoh?

Penyebab bayi gumoh adalah karena anatomi fisiologi saluran cerna bayi. Secara mendasar bayi gumoh bukanlah penyakit. Kecuali gumohnya sering dan banyak, boleh jadi sedang sakit karena bakteri atau sejenisnya. Namun secara umum jika bayi gumoh, tidak perlu khawatir. Sebenarnya gumoh terjadi karena kerongkongan bayi masih dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.

Kondisi lambung bayi juga masih dalam proses tumbuh kembang. Ukuran yang kecil belum mampu menampung dan menahan makanan yang berupa ASI. Seiring dengan bertambahnya usia, kondisi saluran cerna bayi akan beranjak normal. Sekitar umur setahun baru gumoh sudah tidak terjadi lagi.

Gumoh yang tidak normal

Sumbatan atau penyempitan pada kerongkongan dan penyakit refluks adalah beberapa kondisi yang lebih serius yang bisa menimbulkan gejala menyerupai gumoh. Gumoh juga dapat saja terjadi akibat alergi terhadap susu, tentunya selain ASI. Ada baiknya para ibu memperhatikan secara serius jika bayi gumoh tapi menunjukkan tanda misalkan:

  1. Bayi jadi sulit diberi makan/ASI
  2. Berat badan bayi semakin menurun
  3. Perut bayi tampak penuh atau buncit
  4. Bayi rewel
  5. Demam tinggi
  6. Bayi jadi sulit bernapas
  7. Bayi jadi sering gumoh
  8. Gumoh tapi yang keluar berwarna kuning, hijau atau merah disertai darah
  9. Gumoh hingga lebih dari usia 1 tahun

Baca juga: Bahaya Anak Ngedot Sambil Tiduran

Gumoh yang normal

Gumoh bisa saja diiringin dengan sendawa atau tersedak dan bayi akhirnya batuk. Tidak jarang setelah gumoh kemudian bayi cegukan. Gumoh disebut normal jika tidak terjadi tanda-tanda seperti di atas. Selain itu ditandai pula dengan:

  1. Tumbuh kembang tidak terganggu
  2. Bayi tidak rewel
  3. Saluran pernapasan bayi tidak terganggu

Cara mengurangi intensitas gumoh

  1. Coba Anda biasakan setelah menyusui jangan langsung diperbolehkan tengkurap jika bayi sudah bisa tengkurap.
  2. Berikan ASI pada bayi dengan posisi telentang dan kepala lebih tinggi daripada badannya.
  3. Pertahankan posisi menyusui jika sudah selesai setidaknya sekitar 10 menit hingga makanan benar-benar turun, ada juga yang berpendapat lebih dari 20 menit.
  4. Berikan susu dengan jumlah sedikit tapi sering sehingga perut bayi tidak terlalu penuh.
  5. Jangan biarkan bayi menghisap dot yang kosong.
Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.