Mengganti Popok Bayi, Kapan Waktunya, Merk Apa yang Bagus dan Bagaimana Caranya?

0

Senyumperawat.com – Kapan baiknya mengganti popok bayi. Apa cirinya popok bayi sudah harus diganti. Atau berapa kali popok bayi diganti dalam sehari. Pertanyaan yang selalu muncul pada diri orang tua yang baru memiliki anak. Pertanyaan tersebut memang wajar dipertanyakan. Bahkan sangat penting untuk mencari tahu. Bukan sekedar masalah sepele, perkara popok pun terkadang bisa jadi masalah serius jika salah dalam mengganti popok bayi.

Berapa kali bayi BAK dalam sehari?

Popok sekali pakai bisa jadi solusi yang paling sering dipilih oleh para ibu. Mengingat lebih praktis karena tak perlu dicuci dan juga bagi kalangan tertentu harganya masih terjangkau. Namun, perlu diperhatikan pula bahwa membuat patokan waktu kapan seharusnya mengganti popok bayi adalah wajib. Sebab jika terlalu lama si bayi mengenakan popok yang lembab tentu banyak resikok penyakit yang akan hinggap.

Biasanya, bayi bisa buang air kecil hingga 20 kali per hari. Itu belum termasuk buah air besar yang kadang bisa sampai lebih dari 4 kali. Oleh karenanya, perlu sering-sering diperiksa apakah popok bayi sudah waktunya diganti atau belum.

Berapa kali mengganti popok bayi sehari?

Menjawab hal ini, tentunya berbeda antara popok kain dengan popok sekali pakai. Jika popok yang digunakan adalah kain, tentunya waktu yang tepat untuk mengganti popok adalah segera. Bahkan hampir tiap jam bayi buah air kecil atau bahkan 2 kali. Kondisi ini memang cukup riskan jika tidak segara diganti. Sedikit berbeda jika memakai popok sekali pakai. Menurut iklannya ada yang punya slogan menyerap sampai sekian puluh kali buah air kecil. Namun alangkah baiknya ibu periksa kondisi popok si kecil. Setidaknya tiap 1-2 jam sekali diperiksa. Kadang ketika kentut, disertai dengan kotoran dari dunia lain yang jumlah sedikit. Meskipun sedikit, dapat memicu pertumbuhan bakteri semakin cepat. Jika tidak segera dibersihkan dapat memperbesar kemungkinan iritasi kulit.

Merk popok yang bagus?

Sebenarnya bukan masalah merk, tapi isi kantong haha. Kami tidak dapat menuliskan merk popok yang bagus tentunya berhubung mereka bukan sponsor kami. Namun yang pasti popok yang bagus itu bukan tergantung merk tapi tergantung kulit anak kita. Sedikit berkisah pengalaman kami, ada popok yang memang berbahan agak kaku namun daya serapnya baik dan tak mudah bocor. Ada pula popok yang teksturnya lebih lembut tapi ternyata mudah sekali tembus. Padahal dilihat dari tingkat kenyamanan, tentunya yang lembut jauh lebih nyaman buat si kecil.

Kadang anak kecil ada yang memiliki kulit sensitif. Hal ini perlu adanya riset dari orang tua. Sebelum membeli popok dalam jumlah banyak, cobalah melakukan riset kecil dengan membandingkan beberapa merk popok. Jika ternyata riset pertama menggunakan popok merk A misalkan, bayi ternyata tidak menampakkan reaksi alergi atau iritasi seperti kemerahan dan perih maka boleh dipakai seterusnya.

Apa yang disiapkan untuk mengganti popok bayi?

Ada beberapa benda yang biasanya harus ada. Boleh jadi daftar benda di bawah ini sebagian ada dan tidak ada di rumah para Anda. Maka, boleh saja disesuaikan dengan benda yang mudah didapat.

  1. Selimut agar bayi tidak kedinginan
  2. Alas (perlak) kotoran tidak ke mana-mana
  3. Plastik sampah
  4. Tisu khusus ganti popok atau tisu yang dibasahi air
  5. Popok ganti

Sepertinya hanya itu yang diperlukan untuk sekedar ganti popok. Atau mungkin perlu satu benda lagi, air minum. Siapa tahu sewaktu ganti popok kelelahan dan butuh minum.

Spesialnya bayi perempuan

Memang sudah kodratnya, seorang wanita itu selalu spesial. Bahkan sejak bayi pun perlu perlakuan spesial. Maka wajar Rosulullah sampai bersabda:

Hadits pertama

Hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

جَاءَتْنِى امْرَأَةٌ وَمَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا فَسَأَلَتْنِى فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِى شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ وَاحِدَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَأَخَذَتْهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا شَيْئًا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ وَابْنَتَاهَا فَدَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَحَدَّثْتُهُ حَدِيثَهَا فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « مَنِ ابْتُلِىَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَىْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ »

“Ada seorang wanita yang datang menemuiku dengan membawa dua anak perempuannya. Dia meminta-minta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apapun kecuali satu buah kurma. Lalu aku berikan sebuah kurma tersebut untuknya. Wanita itu menerima kurma tersebut dan membaginya menjadi dua untuk diberikan kepada kedua anaknya, sementara dia sendiri tidak ikut memakannya. Kemudian wanita itu bangkit dan keluar bersama anaknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau, maka Nabi shallallhu ‘alaii wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudia dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka” (H.R Muslim 2629)

Hadits kedua

Diriwayatkan juga dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

جَاءَتْنِى مِسْكِينَةٌ تَحْمِلُ ابْنَتَيْنِ لَهَا فَأَطْعَمْتُهَا ثَلاَثَ تَمَرَاتٍ فَأَعْطَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا تَمْرَةً وَرَفَعَتْ إِلَى فِيهَا تَمْرَةً لِتَأْكُلَهَا فَاسْتَطْعَمَتْهَا ابْنَتَاهَا فَشَقَّتِ التَّمْرَةَ الَّتِى كَانَتْ تُرِيدُ أَنْ تَأْكُلَهَا بَيْنَهُمَا فَأَعْجَبَنِى شَأْنُهَا فَذَكَرْتُ الَّذِى صَنَعَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ »

“Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka” (H.R Muslim 2630)

Hadits ketiga

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau). (HR Muslim 2631) [Dikutip dari web muslim.or.id dengan judul “Ganjaran Memelihara dan Mendidik Anak Perempuan”]

Mengganti Popok bayi perempuan berbeda dengan laki-laki

Perihal mengganti popok bayi, anak perempuan memliki bagian tubuh yang tentu berbeda dengan laki-laki. Terutama bagian organ vital. Oleh karenanya, amat penting untuk diperhatikan organ vital bayi perempuan benar-benar bersih. Lipatan yang ada baik bagian depan dan belakang harus dibersihkan dengan tisu atau kain yang lembut. Ingat, harus dengan lembut untuk menghindari perlukaan.

Kalau bayi laki-laki, cara membersihkannya mungkin tidak perlu macam-macam. Cukup dengan sedikit dibuka bagian ujung organ vitalnya lalu diusap hingga bersih.

Termasuk perlakukan spesial bagi bayi perempuan, jangan mengusap kotoran ke depan. Hal ini untuk menghindari kotoran feses menyebar ke depan, jika bayi buah air besar. Cara yang benar untuk membersihkan organ kemaluan bayi perempuan adalah dengan mengusapnya dari depan ke area belakang. Selain itu, pastikan sela-selanya bersih dari kotoran jika bayi sudah bisa telungkup. (Destur)

Tinggalkan Komentar